Lebih Baik Salurkan Lewat Lembaga Zakat

Kasus tewasnya 21 orang penerima zakat di Pasuruan, membuat Polda Jatim dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, angkat bicara.

Kedua lembaga ini minta agar masyarakat yang hendak membagi zakat sebaiknya disalurkan melalui lembaga amal zakat. Di sisi lain, jika masyarakat ingin tetap membagikan zakatnya sendiri disarankan agar melibatkan kepolisian. Sebab, proses pembagian zakat atau sejenisnya yang melibatkan ratusan orang, rawan terjadinya musibah.

“Agar jangan terulang kembali kejadian seperti ini, lebih baik zakat disalurkan melalui badan-badan amal zakat. Atau jika tetap dibagi sendiri maka libatkan keamanan yang memadai,” kata Kombes Pudji Astuti, Kabid Humas Polda Jatim di ruang kerjanya, kemarin siang.

Dari data yang ada diketahui, kegiatan pembagian zakat oleh H. Syaichon tidak melapor apalagi melibatkan Polres Pasuruan. Padahal, penerima zakat uang sebesar Rp 20.000 hingga Rp 40.000 itu, sudah antre sejak pagi hari padahal pembagian dimulai pukul 10.00.

Dikatakan Pudji, melihat situasi padatnya penerima zakat seharusnya pihak H. Syaichon bisa menghubungi atau minta bantuan polisi setempat.Sebab, tindakan menghubungi polisi bisa menghindarkan atau memperkecil cara-cara yang dapat membahayakan jiwa orang lain. “Sekali lagi, bagi masyarakat yang ingin membagikan zakat, sebaiknya lewat lembaga zakat. Atau hubungi kami, jika memang ingin membaginya sendiri,” ajaknya. Dia mengatakan, H. Syaichon sudah diamankan di Polres Pasuruan.

Hal senada diungkapkan Abdus Shomad Bukhori. Ketua MUI Jatim ini ketika dihubungi Malang Post menyebutkan, pembagian zakat yang dilakukan H Syaichon dianggap telah mengeksploitasi kemiskinan. “Jangan yang kaya memaksa yang miskin antre begitu. Itu tidak benar,” tandasnya.

Menurut dia, penyaluran zakat melalui lembaga atau badan resmi zakat pasti sampai ke penerimanya. Artinya, jangan khawatir bahwa zakat tidak tersalurkan jika melaui lembaga atau badan-badan zakat. “Pasti sampai ke penerimanya. Kalau memang sudah niat zakat, maka tidak perlu kuatir,” ujarnya.
Ditambahkan Abdus Shomad, lembaga atau badan zakat sekarang ini bentuknya sangat banyak sekali.

Selain pemerintah, kalangan swasta atau masyarakat juga ada yang mengelola penyaluran zakat dan amal. “Dan sampai hari ini, tidak pernah ada keluhan atau laporan minor soal keberadaaan lembaga-lembaga tadi. Artinya, menyalurkan zakat lewat lembaga resmi ternyata jauh lebih baik ‘Zakat Maut’ ala Haji Syaichon ketimbang perorangan seperti di Pasuruan,” ungkapnya. (has/mar)
(harry santoso/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s