BLT Tahap II Dibagikan

NOVAL LUTHFIANTO/MALANG POST)

Beberapa warga miskin menerima pencairan BLT di balai desa Bunut Wetan kemarin. (foto:NOVAL LUTHFIANTO/MALANG POST)

Penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II di Balai Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis kemarin siang berlangsung lancar dan tepat waktu. Meski 456 penerima BLT sudah membuat antrean panjang sejak pukul 08.00 WIB namun mereka sabar dan tertib hingga dibagikan mulai pukul 11.00.

Pembagian BLT di Desa Bunut Wetan kemarin bersamaan dengan beberapa desa lain. “Mungkin karena mayoritas penerima BLT adalah manula, sehingga prosesnya cukup tertib dan tidak sampai berjejal. Total yang dibayarkan petugas dari PT Pos Cabang Pakis adalah Rp 182,4 Juta untuk 456 keluarga miskin atau Gakin,” ujar Kepala Desa Bunut Wetan, Buchori kepada Malang Post.

Sebelumnya, di desa ini Juli 2008 lalu juga telah membagikan BLT Tahap I kepada 456 gaskin. Namun masing-masing mendapatkan Rp 300 Ribu atau total Rp 136,8 Juta. BLT Tahap II kemarin masing-masing gakin mendapatkan Rp 400 Ribu dan ada kenaikan Rp 100 Ribu.

Seperti halnya pembagian BLT tahap pertama pada Juli lalu, maka pembagin BLT tahap kedua kali ini juga dipusatkan di beberapa kantor desa dan juga kantor pos.

“Pembagian BLT Tahap II ini diberlakukan sistem antrean dan pemanggilan berdasarkan kupon yang sebelumnya telah dibagikan, serta berdasarkan nomor urut pengambilan. Dengan sistem tersebut, mereka yang telah berkumpul sejak pukul 08.00 bisa antre,” urai Buchori kemudian.

Ditambahkannya, bagi warga yang belum mengambil BLT tahap II kemarin, bisa diambil pada waktu kerja di kantor pos dan harus diambil sebelum tahun 2009. Atau setidaknya paling lambat pada bulan Desember 2008.

“Data warga miskin yang berhak mendapatkan BLT, baik tahap I maupun II ini, kami sesuaikan dengan verifikasi pendataan tahun 2997 lalu. Di Desa Bunut Wetan sebenarnya terdaftar 587 gakin, namun setelah didata ulang tinggal 456 orang saja. Sisanya 131 ada yang telah meninggal atau status ekonominya kini tak lagi berhak lagi menerima BLT,” bebernya.

Namun dari 131 warga bila masih terdapat yang masuk katregori raskin, pihaknya akan kembali melakukan pendataan ulang terutama tentang status ekonominya.(nov/eno)
(Noval Lutfianto/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s