Waspadai Beban Puncak PDAM

Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Unit kerja PDAM Kabupaten di tiap Kecamatan mendapat tugas tambahan mengawasi pipa-pipa saat lebaran untuk antisipasi kebocoran. (foto:Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang M. Hasan menghimbau para pelanggan PDAM mewaspadai beban puncak pemakaian air saat lebaran nanti. Beban puncak itu bakal terjadi dua kali sehari, setiap pukul 04.00 WIB hingga 07.00 WIB serta pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Dikatakan Hasan, pada jam-jam itu debit air pada pelanggan di daerah tertentu bakal mengecil atau bahkan mati sama sekali.

Hanya saja, Hasan menghimbau supaya masyarakat pelanggan tidak panik menghadapi persoalan tersebut. Pasalnya, PDAM Kabupaten memperbolehkan para pelanggan menimbun air sebagai persediaan menghadapi beban puncak. Tentu saja penimbunan itu dilakukan dengan membuat tandon-tandon air secara mandiri.

“Silahkan menggelontor air di luar jam-jam puncak tersebut, buatlah tandon-tandon sendiri,” himbau Hasan di Kantor Pemkab Malang, kemarin.

Pria ramah itu menambahkan, beban puncak terjadi karena secara bersamaan pelanggan membuka kran air masing-masing. Dia katakan, puncak pemakaian air tersebut merupakan rutinitas harian yang tidak dapat diganggu gugat. Sehingga pada daerah tertentu, debit air mengecil atau bahkan mati selama dua jam.

“Ini terjadi pada pelanggan di kawasan dataran tinggi, jumlahnya tidak terlalu banyak kok,” ungkap Hasan.

Berdasarkan keterangan Hasan, PDAM Kabupaten Malang mempunyai pelanggan sebanyak 67 ribu. Dari puluhan ribu pelanggan itu, kata Hasan sebanyak 2 persen pelanggan mendiami dataran tinggi. Sehingga potensi berkurangnya debit air terjadi pada sekiatr 2000 pelanggan.

“Penggunaan air secara bersamaan membuat tekanan menurun, sehingga pasokan pada daerah tinggi berkurang, air tidak bisa naik,” katanya.

Sementara itu, terkait persiapan lebaran, pihaknya telah menginstruksikan agar unit kerja di tiap kecamatan siaga kebocoran pipa. Pada bulan ini, dia mencatat beberapa kebocoran terjadi di Dampit, Pakis dan Banjararum Singosari. Pipa-pipa itu bocor karena faktor usia, tekanan air dan tekanan kendaraan.

“Kalau di Dampit rusak karena pelebaran jalan, itu semua sudah diperbaiki. Saya juga memantau hal itu, selepas safari Ramadhan selalu keliling kecamatan,” pungkasnya.(ary/eno)
(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s