Proyek Pengadaan Komputer Mangkrak Karena Tanpa Software Operasional

Sistem informasi kesehatan (SIK) Dinas Kesehatan yang ditempatkan di Puskesmas tidak berjalan. Proyek komputerisasi yang diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2007 itu mangkrak dimasing-masing Puskesmas karena tidak ada software untuk mengoperasionalkannya.

Padahal, setiap Puskesmas mendapatkan enam unit komputer lengkap. Di Batu ada empat Puskesmas, Bumiaji, Beji, Junrejo dan Batu. Total seluruhnya ada 28 unit komputer yang didistribusikan ke masing-masing Puskesmas. Karena tidak ada softwarenya, komputer dengan layar datar itu hanya digunakan untuk mengetik biasa saja dan games.

“Memang komputer untuk sistem informasi kesehatan belum dapat dioperasionalkan. Belum ada jaringan dan software untuk operasionalnya,” kata dr. Santoso, salah satu dokter Puskesmas Batu, kemarin.
Hal itu juga dibenarkan Kepala TU Puskesmas Beji, Prasetya TW. Komputer untuk SIK itu masih belum dapat dioperasionalkan. Tidak ada jaringan online maupun software untuk mengoperasionalkannya.
Awalnya, dengan SIK akan lebih mudah untuk melaporkan secara langsung dengan online. Semua laporan kesehatan dari masing-masing Puskesmas akan dapat diakses langsung Dinas Kesehatan dan dapat mengambil kebijakan yang akan dilakukan terhadap laporan itu. Seperti kondisi luar biasa (KLB) penyakit tertentu dan lainnya.

Selama ini, laporan dari masing-masing Puskesmas hanya dilakukan dengan manual. Dalam periode tertentu ada laporan dari masing-masing Puskesmas yang diserahkan kepada Dinas Kesehatan.
“Saya tidak mengetahui secara pasti kenapa komputer itu belum dapat operasional sesuai dengan peruntukannya. Padahal, komputer itu pengadaan tahun 2007 lalu,” ungkapnya.

Dia berharap SIK dapat dioperasional untuk memudahkan pelaporan yang dapat dilakukan cepat dan tepat. Karena belum dapat beroperasi, pelaporan tetap dilakukan dengan cara manual ke Dinas Kesehatan.

Dikonfirmasi hal ini, Kadis Kesehatan Kota Batu, Ashadi menyatakan semua kebutuhan SIK sudah lengkap bersama jaringan dan softwarenya. Diakuinya ada beberapa komputer yang masih diperbaiki karena ada kerusakan kecil yang harus diperbaiki.

“Itu proyek tahun 2007 dan sudah lengkap semuanya. Softwarenya sudah menjadi satu dengan komputernya,” jelasnya. (aim/jon) (Muhaimin/malangpost)

1 Komentar

Filed under Batu, Berita, Indonesia, Malang Raya

One response to “Proyek Pengadaan Komputer Mangkrak Karena Tanpa Software Operasional

  1. jojok

    Pertama saya ikut prihatin dengan belum berjalannya sistem komputerisasi di puskesmas. kebetulan saya sendiri seorang programer freelance yang saat ini sedang mengembangkan sistem yang sangat sederhana untuk puskesmas. pekerjaan mengharuskan saya sering keliling puskesmas untuk melihat dan mengimplementasikan simpus puskesmas. saya tertarik untuk menawarkan software saya ke puskesmas di malang untuk memanfaatkan komputer yang sudah ada, cuma apa masih ada kesempatan untuk itu ? kalau ada kepada siapa saya bisa mengirimkan proposal penawaran ?

    saat ini sudah sekitar 400 puskesmas memakai software Simpus yang saya kembangkan dan Insya Allah bisa berjalan di puskesmas.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s