Peni Bersikukuh Gagas Tower Alun-alun

Wali Kota Malang Peni Suparto saat halal bihalal bersama pegawai Pemkot Malang kemarin. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Wali Kota Malang Peni Suparto saat halal bihalal bersama pegawai Pemkot Malang kemarin. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Wali Kota Malang Peni Suparto tidak pusing meski wacana pembangunan tower Alun-alun yang digulirkannya usai dilantik 13 September lalu ditentang banyak kalangan. Karena itu pihaknya juga tidak akan memaksakan diri seperti rencana pembangunan alun-alun junction sebelumnya.

Menurutnya, gagasan mengenai tower yang rencananya berada tepat di lokasi kolam air alun-alun tersebut hanya merupakan salah satu ide untuk penambahan tempat wisata di Kota Malang. Dengan adanya tower, dipastikan jumlah kunjungan wisatawan akan semakin banyak. Ia lantas mencontohkan tower serupa di luar negeri yang memungkinkan pengunjung melihat ke seluruh kota. “Kalau kita punya yang begini, kan bagus,” katanya kepada wartawan seusai halal bihalal di balaikota kemarin.

Prinsipnya, lanjut Peni, ia tidak akan memaksakan kehendak jika memang wacana tersebut nantinya mentah. Sama halnya dengan usulan Alun-alun Junction (AAJ) beberapa tahun lalu yang memicu protes keras beragam kalangan masyarakat. Saat tidak mendapatkan restu rakyat, Peni memilih tidak meneruskan proyek underground business center tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, saat ini Pemkot akan memfokuskan pada pembangunan upper ground, di antaranya tower alun-alun tersebut. Pembangunan ke atas, lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk mencegah habisnya lahan produktif yang semakin sedikit dimiliki Kota Malang. “Jika lahan habis, kita mau makan apa? Ini yang harus dipikirkan, bagaimana pembangunan mengarah ke atas. Ini tidak sama dengan Mal Olympic Garden yang masih berada di ground,” tandasnya.

Pembangunan vertikal ini menurutnya memang tidak mudah dilakukan. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,3 persen per tahunnya. Perubahan komposisi kota akan terus terjadi selama angka pertumbuhan tinggi. Lain halnya dengan luar negeri yang pertumbuhannya 0 persen sehingga penataan pembangunan relatif lebih mudah.

Yang pasti, lanjut Peni, tidak akan ada pembangunan tanpa persetujuan dewan sebagai legislatif, yang mewakili suara rakyat. “Artinya, semua pembangunan yang sudah berlagsung di Kota Malang juga sudah melalui persetujuan rakyat,” paparnya. (fio/lim) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s