50 Persen Peserta Sertifikasi Tak Lulus Portofolio

Lebih dari 50 persen peserta sertifikasi guru 2008 untuk penilaian Rayon 15 Universitas Negeri Malang (UM) tidak lulus penilaian portofolio. Dari total 14.106, diperkirakan sekitar 400-an guru didiskualifikasi, dan sekitar 7500 guru harus mengikuti diklat karena tidak lulus penilaian portofolio.

Menurut Ketua Rayon PSG Rayon 15 UM, Prof Dr H Suparno ketidaklulusan itu merata hampir di semua kota dan kabupaten yang dinilai oleh UM. “Ada 20 kota dan kabupaten yang kami nilai, mulai dari Probolinggo hingga Pacitan. Porsinya merata untuk jumlah ketidak lulusan di daerah-daerah itu,” ungkapnya.

Suparno menuturkan, tahap penilaian portofolio memang sudah dirampungkan oleh Panitia Rayon 15. Hasilnya, sudah dikirimkan ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Jakarta. Data final mengenai kepastian jumlah kelulusan peserta sertifikasi 2008 ini baru bisa diketahu di atas tanggal 21 Oktober mendatang. Sebab pada saat itu akan dilakukan verifikasi oleh tim di Jakarta. Verifikasi ini menyangkut pemrosesan data, apakah persyaratan administrasi peserta yang dinyatakan lulus sudah sesuai atau belum. “Kalau pun kelulusan sudah diketahui, panitia belum bisa mengeskpose siapa saja yang lulus dan siapa yang tidak. Sebab nantinya pusat akan menerbitkan SK kelulusan itu,” tuturnya.

Sementara itu bagi peserta yang dinyatakan diskualifikasi, ada beberapa hal yang menjadi temuan panitia. Diantaranya, karena peserta yang terdata sebagai peserta sertifikasi ternyata belum lima tahun mengajar sebagai syarat minimalnya, ada pula yang hanya berstatus GTT dan belum PNS, dan juga temuan lainnya.

Sementara Sekretaris Divisi Diklat PSG Rayon 15 UM Darmawan Afandi menuturkan proses pengumuman kelulusan peserta tentu saja harus menunggu proses diklat usai. Diklat bagi guru yang tidak lulus portofolio, rencananya akan dilaksanakan pada 21 Oktober mendatang. hingga saat ini masih menunggu nama-nama yang akan mengikuti diklat sebagai persyaratan lulus.

“Jadi untuk sertifikasi ini, peserta yang lulus ada dua kategori, satu lulus portofolio, dan lulus diklat. Bagi yang potofolio tidak lulus, akan dibina dengan program diklat tersebut,” imbuhnya. (oci/udi)
(Lailatul Rosida/malangpost)

1 Komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya, Pendidikan

One response to “50 Persen Peserta Sertifikasi Tak Lulus Portofolio

  1. abdul kadir jailani

    sertifikasi model pengumpulan portofolio kurang tepat dan kurang adil bagi dunia pendidikan serta kurang mendidik. sebab hanya mengandalkan kelengkapan adminstratif belaka bukan multi skills yang seharusnya yang diukur bukan penumpukan kertas dukumen. sehingga ada kecenderungan ketidak jujuran dari dukumen yang dikumpulkan pada assessor. kasihan guru-guru yang memiliki talenta mengajar dan kepribadian yang tinggi dimata murid dan masarakat lalu dia tidak lolos sertifikasi gara-gara skor portofilio tidak terpenuhi. seolah-olah pendidikan bisa maju jika skor portofolio terpenui,bukan multi skills dalam pembelajaran dan kepribadian dari seorang guru atau dosen yang dijadikan ukuran. jadi mohn ada penenjauan ulang tentang portofolio jika mutu pendidikan negeri ini seperti jepang, cina, dan australia serta Amerika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s