Kampung Wisata Keramik Mendesak Untuk Diwujudkan

Gagasan Kampung Wisata Keramik sudah menjadi kebutuhan yang harus segera diwujudkan, tidak hanya diwacanakan saja. Ini akan menarik wisatawan domestic dan mancanegara. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Gagasan Kampung Wisata Keramik sudah menjadi kebutuhan yang harus segera diwujudkan, tidak hanya diwacanakan saja. Ini akan menarik wisatawan domestic dan mancanegara. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Gagasan mengenai Kampung Wisata Keramik di kawasan Dinoyo kembali dilontarkan Dinas Pariwisata, Informasi dan Komunikasi (Parinkom) Kota Malang. Selama ini, wacana tersebut banyak diungkapkan berbagai kalangan termasuk akademisi, namun realisasinya masih belum tergarap dengan matang.

Akibatnya, sentra keramik Dinoyo hanya mengalami sedikit kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Parinkom Kota Malang, Drs Pait Al Wiyono SH mengatakan, sebenarnya gagasan ini telah berjalan dengan sendirinya di kawasan Dinoyo. Para pendatang juga tidak hanya sekadar membeli keramik namun juga memperhatikan cara pembuatan bahkan mengikutinya.

“Tingkat kunjungannya cukup tinggi khususnya untuk kalangan pelajar. Ada fasilitas untuk pelatihan juga yang sangat diminati masyarakat,” ungkap Pait kepada Malang Post.

Dikatakan dia, usulan Sentra Keramik ini kembali diajukan karena belakangan muncul permintaan dari warga yang menghendaki pembenahan akses masuk ke dalam kampung perajin yang paling mudah diakses melalui Jalan MT Haryono 9. Sayangnya, saat ini di tengah jalan masuk tersebut terdapat tugu yang diameternya cukup menghalangi kendaraan. “Utamanya, bus pariwisata yang tidak bisa singgah. Untuk itu, warga meminta agar ini dibongkar dan diupayakan untuk diganti dengan semacam gapura,” papar dia.

Dibongkarnya tugu, menurut Pait bisa mengatasi kendala utama yakni fasilitas parkir kendaraan yang tidak disediakan di kawasan ini. Dengan dihilangkan tugu tersebut, maka lebih dari satu bus wisata bisa masuk ke dalam area kampung keramik dan tidak mengganggu lalu lintas Dinoyo yang memang rawan kemacetan. Langkah ini, lanjutnya, jauh lebih efektif daripada membangun parkir di lokasi lain.

Selain itu, pengajuan kembali gagasan Kampung Wisata Keramik diharapkan bisa menjadi jalan keluar untuk menemukan penguatan-penguatan di antaranya infrastruktur yang nantinya akan menjadi penanda kawasan. Jika benar terealisasi, Kampung Wisata Keramik ini dipastikan akan mampu menarik perhatian wisatawan tidak hanya domestik, namun juga mancanegara dan tentunya menambah pemasukan PAD Kota Malang.(fio/lim) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s