Pancaroba, Waspada DB

Peralihan musim yang dikenal dengan pancaroba seperti saat ini rawan menimbulkan penyakit. Terlebih sejak awal bulan, hujan sudah mulai turun di Kota Malang meskipun hanya sebagian. Di antara sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai ialah demam berdarah (DB).

Kewaspadaan ini khususnya karena musim hujan yang menimbulkan genangan air merupakan sarang bagi nyamuk Aedes Aegypti. Meskipun saat ini belum ditemukan adanya kasus penyakit demam berdarah, namun masyarakat Malang diimbau untuk tidak lalai menjaga kebersihan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr Enny Sekarrengganingati mengatakan, meskipun Kota Malang relatif aman terkendali, namun kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu terus ditingkatkan. Dinas Kesehatan terus melakukan pantauan rutin dan turun langsung ke Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Malang. “Intinya, kami terus mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan semakin mengaktifkan pokja PSN (Kelompok kerja pemberantasan nyamuk),” ujar Enny saat dihubungi Malang Post kemarin.

Dinas Kesehatan Kota Malang juga melakukan antisipasi dengan menginstruksikan pada setiap puskesmas untuk menjaga lingkungan di masing-masing wilayah. Sementara untuk masyarakat individu, Enny menyarankan agar masyarakat ikut melakukan pemantauan langsung khususnya terhadap rumah tinggal.

“Barang bekas yang cenderung diabaikan, atau apapun yang menampung air harus diwaspadai. Jika mengandung jentik, segera kuras dengan benar. Jangan asal kuras, tapi juga disikat,” terang dia.
Selain itu, lokasi rawan lain seperti talang rumah yang bergelombang juga bisa menjadi sarang yang nyaman bagi jentik untuk berkembang dengan cepat.

Bulan ini Kota Malang memang tengah memasuki masa peralihan musim. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Malang, Ir Koeswara menyebutkan, pembentukan awan di Jawa Timur lebih dominan karena proses konvektif. “Seminggu ke depan, keadaan cuaca di daerah Malang, Batu dan sekitarnya diprakirakan berawan berpeluang hujan lokal. Angin bergerak dari arah Timur-Selatan dengan kecepatan 5-45 km/jam, dengan suhu udara antara 20 hingga 31 derajat celcius dan kelembaban antara 50 hingga 93 persen,” tutupnya.(fio/lim) (Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s