Eddy Kaget Ruang Dirut Dibongkar

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko membantah memberikan perintah kepada staf PDAM Kota Batu untuk melakukan penjebolan pintu ruang kerja direktur utama PDAM Kota Batu yang masih terkunci.
Bahkan, dirinya sempat terkejut melihat pintu ruang kerja Dirut sudah terbuka, setelah melaksanakan halal bihalal dengan pegawai PDAM.

Menurutnya, dalam pertemuan silaturahmi di salah satu ruangan di PDAM Kota Batu bersama pejabat Pemkot Batu lainnya, sebelum berhalal bihalal dengan pegawai PDAM, wali kota hanya meminta agar untuk sementara ruang kerja Dirut dibiarkan saja dahulu sambil menunggu direksi PDAM baru yang akan diangkat nantinya.

‘’Saya hanya meminta dibiarkan saja. Saya juga sempat kaget melihat pintu ruang kerja Dirut sudah terbuka, usai berhalal bihalal dengan pegawai PDAM. Karena itu, saya hanya melihat dari luar tidak sampai masuk ke dalam ruang kerja Dirut yang sudah terbuka,’’ kata wali kota kepada Malang Post, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabag Perencanaan, M. Yusuf menjelaskan, pembukaan ruang kerja Dirut PDAM yang sudah terkunci sejak delapan bulan lalu, atas permintaan wali kota yang meminta segera pintu ruang kerja Dirut dibuka.

Agar tidak menimbulkan fitnah, pembukaan pintu kerja Dirut disaksikan dewan pengawas PDAM, Plt Sekda yang datang bersama wali kota dan staf PDAM.

Karena kuncinya tidak dapat dibuka, dilakukan penjebolan dengan membuka sebagian daun pintu dan merusak kuncinya. Dengan mengundang tukang kunci untuk membukanya.

Penjebolan dilakukan saat semua pegawai PDAM berhalal bihalal dengan wali kota di aula PDAM yang berada di lantai II kantor PDAM. Ruang kerja Dirut PDAM berada dilantai I.

Wali kota, dewan pengawas dan pejabat Pemkot Batu baru mengetahui pintu ruang kerja Dirut terbuka, setelah selesai berhalal bihalal dengan pegawai PDAM.

‘’Saya datang ke PDAM hanya untuk berhalal bihalal dan bersilaturahmi dengan pegawai PDAM. Tidak ada maksud untuk melakukan itu (memerintahkan menjebol pintu, Red.),’’ ungkapnya.

Selama ini menurutnya, wali kota berusaha untuk tetap menjaga PDAM agar tetap kondusif dan pegawainya dapat bekerja profesional untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Apalagi, dalam waktu dekat wali kota akan melakukan seleksi direksi PDAM yang baru, setelah masa jabatan direksi PDAM yang lama sudah berakhir sejak 5 Januari 2008 lalu. ‘’Saya ingin semuanya kondusif,’’ tegasnya.

Dewan Pengawas PDAM Kota Batu, Dwi Handoyo juga tidak mengetahui ada perintah wali kota untuk membuka pintu ruang kerja Dirut PDAM dalam pertemuan silaturahmi dewan pengawas, pimpinan PDAM dengan wali kota sebelum berhalal bihalal dengan pegawai PDAM.

Dia juga sempat kaget melihat pintu ruang kera Dirut PDAM sudah terbuka. ‘’Saya tidak tahu banyak soal itu. Karena yang memanggil tukang kunci untuk membuka pintu ruang kerja Dirut Pak Yusuf,’’ terangnya.

Sementara itu, mantan Dirut PDAM Kota Batu, Ir. Zainul Arifin, Kr yang dikonfirmasi hal ini enggan untuk menanggapinya dan sudah mengetahui semua yang benar.

Untuk konfirmasi dia minta tidak kepadanya, tapi kepada wali kota langsung. ‘’Saya lebih baik diam saja, belum waktunya bicara,’’ ujarnya melalui pesan singkat (SMS) yang dikirim ke Malang Post. (aim/avi) (muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s