Saatnya Investor Pemula Turun

Setelah sempat akan dibuka, pasar saham tiba-tiba ditutup kembali Jumat kemarin. Perdagangan sesi pertama batal dilakukan karena kebijakan langsung dari otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penyebabnya, kekhawatiran indeks IHSG akan terus tertekan hingga sentimen adanya misinformasi yang dikhawatirkan akan menjatuhkan saham-saham unggulan.

Akibat kebijakan ini, aktifitas di sejumlah perusahaan sekuritas di Kota Malang lengang. Deretan dekstop komputer yang biasanya terisi penuh oleh broker maupun investor sama sekali tidak berpenghuni.

Para broker banyak yang memilih bersantai, hingga meninggalkan kantornya. Investor yang menyempatkan hadir di perusahaan pun hanya berdiam tidak terlalu lama.

‘’Tidak ada yang bisa dilakukan. Tidak ada transaksi jual ataupun beli,’’ kata Mokhammad Oryzanto, broker dari Batavia Prosperindo Sekuritas (BP) saat ditemui Malang Post kemarin.

Ory, sapaan akrabnya, kemudian menjelaskan bahwa ia menyetujui tindakan yang diambil pemerintah ini. Menurutnya, langkah membuka kembali bursa justru akan semakin merontokkan nilai saham.

Investor di BP sendiri, lanjutnya, sudah diberikan pemahaman mengenai kondisi pasar modal sejak kali pertama bergabung. Meski masih bersifat prediksi, pasar modal telah terbaca tren penurunannya sejak Agustus 2007 lalu ketika subprime mortgage mulai membelit Amerika Serikat.

Untuk itu, lanjut dia, BP memilih berhati-hati dan memberikan peringatan pada investor sebelumnya. Tindakan antisipatif lain dilakukan dengan cara mengurangi portofolio saham.

“(Saham) yang sudah ada kita biarkan. Dan bagi investor kami yang memegang saham, kami menyarankan untuk memperpanjang jangka waktunya antara satu hingga tiga tahun,’’ kata Ory.
Investor di pasar modal sebagian besar memiliki pola yang sama. Jika terhembus isu, akan langsung mengambil tindakan menjual sahamnya.

Praktisi pasar modal, Alviansyah mengungkapkan, ketika melihat pasar sedang krisis dan nilai saham berjatuhan, investor banyak yang mengambil tindakan cut loss. Tindakan ini menyebabkan indeks harga saham global menurun.

‘’Bayangkan saja, investor Amerika menarik semua sahamnya yang tersebar di banyak negara. Akibatnya harga saham jatuh, investor pun berlomba-lomba menjual saham yang dimilikinya, termasuk investor Malang,’’ jelas dia.

Dihentikannya perdagangan, memang dirasa tepat untuk mencegah panic selling. Salah satu investor, Endra mengaku ikut panik saat harga saham miliknya rontok di lantai bursa.

‘’Panik juga dan memang ada dorongan untuk menjual saham yang saya pegang. Tapi dengan kebijakan penghentian bursa, saya terpaksa menunggu saja. Mudah-mudahan ada solusi yang baik dan menguntungkan semua pihak,’’ ucapnya.

Dibalik setiap penurunan, selalu ada benefit yang muncul. Terjun bebasnya seluruh saham perusahaan ini merupakan momen baik khususnya bagi investor pemula yang ingin terjun di pasar modal.

Menurut Alviansyah, krisis finansial bukan berarti kinerja pasar modal tidak bagus. Justru, anjloknya harga saham membuka peluang khususnya bagi investor pemula dengan modal yang tidak besar.
Karena, lanjut dia, anjloknya harga saham bukanlah disebabkan kinerja perusahaan yang memburuk. Bahkan sejumlah perusahaan masih menunjukkan kualitasnya dengan penurunan saham yang hanya sedikit.

Namun demikian, investor pemula harus menunggu momen yang tepat untuk membeli saham dengan profit yang tinggi. ‘’Saat ini harga saham masih menurun. Akan lebih baik jika menunggu terus turun hingga ke titik dasar sebelum akhirnya rebound,’’ jelas Vian. (fio/avi) (vandri/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s