Krisis Global Ancam PAD Kota Malang

Krisis finansial yang melanda negara digdaya Amerika Serikat, memang belum terasa dampaknya dalam masyarakat. Namun bukan berarti kewaspadaan boleh berkurang. Karena mau tidak mau, gejolak finansial ini akan berdampak pada sektor riil di Indonesia.

Yang perlu menjadi perhatian serius, diantaranya sektor perdagangan dengan penurunan ekspor dan sektor pariwisata dengan penurunan kunjungan wisata yang merupakan efek berantai dari krisis ini.
Malang sebagai kota industri dan kota tujuan wisata, harus bersiap kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor ini jika tidak melakukan tidakan antisipasi.

Diungkapkan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Agus Suman PhD, sektor yang akan terpengaruh diantaranya pariwisata dan perdagangan.

‘’Dengan bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar di sana, orang juga akan mengurangi perjalanannya. Dan untuk kegiatan ekspor, tentunya akan terhambat dengan berkurangnya negara tujuan ekspor yang terimbas krisis,’’ kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, usulan Menteri Perdagangan untuk mencari alternatif negara tujuan ekspor baru juga layak dipertimbangkan.

Hanya saja disayangkan, usulan ini terhitung terlambat karena tentunya saat ini semua negara sedang berkonsentrasi untuk menangkal imbas krisis di negaranya masing-masing. ‘’Namun ini tetap merupakan usulan bagus yang layak dilakukan,’’ terang dia.

Saat ini, ungkap Agus, peranan pemerintah sangat penting. Bahkan Amerika Serikat kini juga sangat tergantung pada pemerintahannya untuk mengeluarkan diri dari kebangkrutan.

Demikian pula di Indonesia, peranan pemerintah sama sekali tidak boleh diabaikan dan justru menjadi patokan bagi keberlangsungan ekonomi khususnya bagi sektor riil. Tidak boleh lagi menggantungkan diri pada mekanisme pasar seperti yang selama ini dilakukan.

Khusus Kota Malang, Agus mengungkapkan bahwa Pemkot harus segera bergerak. Utamanya, memicu kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan termasuk mempercepat pencairan anggaran yang berkaitan dengan hal tersebut.

Pemkot perlu mendorong aktifitas ekonomi dengan cara memberi rangsangan yang bersifat multiplier effect. ‘’Misalnya melakukan berbagai cara untuk tetap menggerakkan pengusaha yang kesulitan modal. Bisa dengan menyediakan modal pinjaman,’’ katanya lagi.

Mengenai pelaku saham Malang sendiri, Agus mengaku tidak memiliki referesi. Namun secara logika ia meyakini pelaku saham Malang termasuk yang cukup diperhitungkan di bursa nasional. ‘’Malang ini kota kedua terbesar di Jawa Timur yang tentunya memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik,’’ terangnya.
Sementara itu, broker saham Mokhammad Oryzanto menekankan pentingnya pemahaman mengenai kondisi yang terjadi khususnya bagi pelaku langsung pasar modal termasuk broker dan investor. Tujuannya, agar pelaku saham tidak melakukan tindakan yang justru merugikan.

Rencananya, bursa saham akan kembali dibuka Senin mendatang. Diharapkan saat itu pemerintah sudah memiliki kebijakan tepat sasaran bisa meminimalisir dampak yang terjadi.

‘’Pemberhentian sementara bursa juga merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan perusahaan yang sebenarnya kinerjanya baik. Sementara ini kita hanya bisa berharap langkah pemerintah benar-benar bisa membantu. Namun tentunya kita tetap harus optimis,’’ pungkas Agus. (fio/avi) (fiona/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s