Apindo Malang Tunggu Perkembangan

Bursa saham menjadi salah satu tolok ukur kondisi ekonomi. (Muflikh Farid/Malang Post)

Bursa saham menjadi salah satu tolok ukur kondisi ekonomi. (Muflikh Farid/Malang Post)

Krisis keuangan di AS dan dihentikannya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/10) lalu ditanggapi hati-hati oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Malang. Ketua Apindo Kota Malang, H. Suroto mengatakan kalangan pengusaha memilih diam dan menunggu perkembangan selanjutnya.

Menurut Suroto, pemerintah saat ini sudah melakukan beberapa langkah dan efeknya tidak serta merta bisa dilihat saat itu juga. “Sekarang ini pemerintah sudah melakukan beberapa langkah.Proses masih sedang terjadi. Terlalu dini jika kami memberikan komentar soal krisis yang terjadi di pasar modal tersebut,” ujarnya.

Yang paling baik bagi pengusaha, kata Suroto adalah menunggu sambil mencermati setiap perkembangan yang terjadi. Diakuinya, ada beberapa anggotanya yang bergerak di bidang jasa ekspor dan impor. Paling tidak, usaha ini akan terpengaruh oleh krisis keuangan yang sedang terjadi. Apalagi, rupiah juga sempat merosot lumayan banyak.

“Memang ada beberapa anggota kami yang bergerak di bidang jasa ekspor dan impor. Biasanya usaha mereka sudah dalam bentuk kontrak kerja. Hanya, setelah kontrak tersebut selesai, pengusaha harus mengkaji kembali langkah-langkah selanjutnya,” kata dia.

Lebih lanjut Suroto menilai, krisis keuangan yang terjadi di AS bisa menimbulkan bermacam-macam efek bagi perdagangan di dunia, terutama di Indonesia. Menurutnya, banyak Negara di dunia yang mengekspor barang-barang dan komoditas ke Negara Adidaya itu.

“Seiring dengan semakin memburuknya ekonomi AS, maka tentu daya beli masyarakat di negara akan menurun tajam. Akibatnya, tidak ada barang yang masuk ke Negara itu. Akibatnya, Negara-negara pengekspor barang dan komoditas akan mengalihkan tujuan ekpornya ke Negara lain, termasuk Indonesia. Tentu dengan harga yang sangat murah. Ini kan membahayakan bagi industri dalam negeri. Setidaknya, kemungkinan ini harus dipikirkan,” urai Suroto. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s