Dana BOS Dinaikan 50 Persen

Mendiknas Bambang Sudibyo bersama Wali Kota Malang Peni Suparto dalam acara di Malang, kemarin. (NURDIANSAH/MALANG POST)

Mendiknas Bambang Sudibyo bersama Wali Kota Malang Peni Suparto dalam acara di Malang, kemarin. (NURDIANSAH/MALANG POST)

Kabar gembira disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo saat di Malang, kemarin. Menurutnya, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa SD dan SMP di Kota Malang akan dinaikkan besarannya pada 2009 nanti. Kalau sebelumnya untuk siswa SD menerima Rp 21 ribu, SMP Rp 29.500, maka akan dinaikkan hingga 50 persen.

Peningkatan BOS itu untuk mewujudkan wajib belajar sembilan tahun gratis dan bermutu sehingga masyarakat tidak lagi dibebani berbagai pungutan yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran. “Kenaikan BOS ini sudah saya usulkan, tinggal menunggu keputusan DPR. Tapi saya optimis, angka untuk BOS ini bisa lebih besar dari sebelumnya,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk kenaikan anggaran BOS tersebut tercatat untuk SD sebesar Rp 300.000 per siswa per tahun dari sebelumnya Rp 254.000. Adapun BOS SMP diajukan sebesar Rp 420.000 per siswa per tahun dari sebelumnya Rp 354.000. Alokasi BOS ke setiap sekolah disesuaikan dengan jumlah siswa dan dicairkan per triwulan. Saat ini BOS SD disalurkan kepada sekitar 30 juta siswa dan BOS SMP kepada sekitar 11,8 juta siswa.

Mendiknas berharap, dengan dinaikkan alokasi untuk dana BOS, maka pada 2009 nanti pendidikan wajib belajar di sekolah negeri harus sudah gratis. Sebab kalau untuk alasan kesejahteraan guru, sudah ditingkatkan melalui program sertifikasi yang dananya diambil dari APBN, dan aliran dana BOS pun diperbesar.

Karena itu tidak ada alasan untuk tidak menggratiskan biaya pendidikan di sekolah khususnya tingkat SD hingga SMP. Kalaupun pembiayaan kurang, maka bupati atau wali kota yang harus menutupi kekurangannya. Kebijakan ini terutama sifatnya wajib untuk sekolah negeri, sementara untuk sekolah swasta mungkin belum bisa dilaksanakan. Termasuk sekolah yang statusnya sudah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

“Untuk sekolah RSBI BOS saja mungkin belum cukup, sehingga masih perlu partisipasi masyarakat. Karena sudah jelas, ono rego ono rupo. Kalau mau pendidikan bermutu, ya harus bayar,” tegasnya.

Kalau untuk tingkat SD SMP sudah ada BOS yang bisa meringankan beban biaya pendidikan, di tingkatan SMA SMK ada yang namanya Bantuan Operasional Murid (BOM). Untuk BOM juga akan ditingkatkan besarannya. Terutama dialokasikan untuk daerah yang sudah menjadi rintisan program wajib belajar 12 tahun. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tengah. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s