Astronot Jepang Beri Kuliah E-Learning di UB

Suasana pembelajaran model E Learning di UB kemarin, dengan Astronot Jepang Akihiko Hoshide. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Suasana pembelajaran model E Learning di UB kemarin, dengan Astronot Jepang Akihiko Hoshide. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Astronot Jepang Akihiko Hoshide kemarin mendarat di lantai tiga Gedung Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Jangan salah, astronot ini bukan datang langsung dari planet dan turun di UB, melainkan tengah berada di Jepang. Tepatnya di Hall Keio University, Jepang.

Ia menjadi pembicara inti dalam program kuliah jarak jauh (e-learning) yang diprogramkan di UB. Kuliah jarak jauh itu kemarin diikuti siswa SMAN di Malang, yang dilaksanakan di dua tempat, yaitu UB dan Pemkot Malang. “Program ini sangat bagus sekali, kami ingin bisa mengembangkannya di sekolah. Sehingga anak-anak bisa lebih mudah mendapatkan pengetahuan baru yang berskala internasional,” kata Kepala SMAN 9 Malang Ninik.

Kegiatan itu disiarkan secara langsung dari Jepang dan diikuti masyarakat umum, pelajar TK, SD, SMP, dan SMA, serta mahasiswa Keio University. Pada kesempatan itu, Akihiko Hoshide didampingi Rektor Keio University. Akihiko adalah lulusan Faculty of Engineering, Mechanical Engineering Department, Keio University.

Di UB, nampak beberapa perwakilan pelajar SMAN yang datang. Ada SMAN 2, SMAN 5, dan juga SMAN 9. Selain UB, beberapa perguruan tinggi yang turut me-relay adalah ITB dan Universitas Syiah Kuala Aceh, di samping 13 universitas dari negara Asia Tenggara yang lain, seperti Malaysia, Thailand, Nepal, Vietnam, Filipina, dan Laos.

Dalam presentasinya, Akihiko Hoshide menceritakan seluk-beluk kehidupan ruang angkasa ketika ia melakukan perjalanan menggunakan pesawat ulang alik Discovery, Juni 2008 silam.

Diawali dengan penayangan video, hadirin diajak mengamati aktivitas para astronot, mulai dari makan, keramas, olahraga, bercengkerama, pemasangan satelit, dll. Dalam perjalanan itu, Akihiko Hoshide bertugas untuk memasang modul eksperimen milik Jepang yang diberi nama Kibo. Dalam perjalanan tersebut, ia disambut tiga orang astronot yang telah menetap selama tiga bulan di luar angkasa, dua dari Rusia dan satu dari Amerika Serikat.

Setelah presentasi, audiens diajak untuk membahas berbagai sains dan teknologi yang diterapkan dalam dunia luar angkasa (astro). Dipandu seorang guru dari sebuah sekolah puteri di Jepang, dijelaskan tentang perbedaan-perbedaan antara ruang angkasa dengan bumi. Perbedaan yang paling prinsip diuraikannya adalah tiadanya gravitasi.

Dengan simulasi sederhana, guru itu menggambarkan prinsip peluncuran pesawat ulang alik dalam sebuah bola rugbi, yang merupakan hobi Akihiko Hoshide semasa sekolah. Menurutnya, bola rugbi yang dilempar sembari diputar akan menempuh jarak lebih jauh dengan kecepatan maksimal. Dalam kesempatan diskusi, para pelajar diberi kesempatan untuk bertanya. Ada yang bertanya berapa biaya perjalanan ruang angkasa, dan ada pula yang menanyakan prasyarat untuk menjadi astronaut. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s