Sedimentasi Embung Ancam Petani

Empat dari tujuh embung atau waduk kecil di Kabupaten Malang tidak bisa beroperasi secara optimal karena terkena sendimentasi dan pencemaran limbah pengolahan cengkeh. Akibatnya, para petani terancam gagal panen karena sawahnya tak mendapatkan air irigasi yang pada musim tanam ini.

Data di Dinas Pengairan Kabupaten Malang menyebutkan embung yang terkena sendimentasi adalah Embung Mbureng Kecamatan Gondanglegi dan Embung Swari di Pagelaran, dan Embung Lowokjati di Kecamatan Singosari. Sedangkan embung yang tercemar adalah Embung Batu Retno Kecamatan Dampit. “Debit normal embung rata-rata 35 ribu meter kubik. Sekarang tinggal separo,” kata Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Budi Iswoyo.

Pemerintah Kabupaten Malang, akan segera mengeruk sendimentasi ini agar bisa optimal mengairi sawah-sawah penduduk. Jika semua embung optimal, maka sawah seluas 43.301 hektar bisa mendapat air irigasi yang cukup.

Saat ini, embung yang berfungsi normal adalah Embung Sukodono, Kecamatan Dampit yang berkapasitas tampung sebanyak 35.904 meter kubik. Embung lain adalah Embung Kutukan Kecamatan Bantur yang berkapasitas 22.304 meter kubik, dan Embung Gedangan Kulon Kecamatan Gedangan berkapasitas 35.688 meter kubik air.(eno/*) (Redaksi/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s