Batu Mulai Diserang ‘Wabah’ Krisis Global

Dampak krisis finansial global, mulai terasa pada industri di Kota Batu. PT Karya Kompos Bagas yang berada di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu, salah satu industri yang paling terdampak dengan krisis finansial yang berawal dari negeri Paman Sam itu.

Pabrik yang memproduksi jamur jenis Agaricus Bisporus atau dikenal dengan jamur kancing itu, memang di ekspor ke Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

Setiap bulannya tidak kurang dari 40 kontainer jamur olahan dikirim ke Amerika dan beberapa negara lainnya, seperti Taiwan, Jepang, Israel dan lainnya. Sejak terjadinya krisis global, terjadi penurunan ekspor hasil olahan jamur ke beberapa negara, khususnya ke Amerika Serikat yang paling besar penurunannya.

‘’Sejak satu bulan terakhir sangat kami rasakan dampak krisis global. Ada penurunan pengiriman ekspor ke Amerika dan beberapa negara lainnya hingga 50 persen lebih. Amerika pasar utama ekspor jamur ini,’’ kata Humas PT. Karya Kompos Bagas (KKB) Batu, Prawoto kepada Malang Post, kemarin.

Jamur jenis ini sangat digemari konsumen AS sebagai makanan tambahan. Beberapa negara juga dikenal sebagai pemasok jamur serupa, misalnya China dan India, namun kualitas jamur Indonesia ternyata lebih baik sehingga menjadi pilihan, khususnya dari Batu.

Setiap bulannya, KKB menghasilkan sekitar 1.500 hingga 1.900 ton jamur. Sejak satu bulan terakhir, pengiriman jamur olahan ke Amerika dan beberapa negara lainnya hanya tinggal sekitar 20 kontainer setiap bulannya. Padahal, sebelumnya ada 40 kontainer jamur olahan yang setiap bulannya dikirim ke Amerika dan beberapa negara lainnya.

‘’Sekarang ini ada stok persediaan jamur olahan sebanyak 80 kontainer yang belum dapat diekspor. Persediaan jamur itu siap dikirim jika permintaan dari Amerika dan beberapa negara lainnya sudah pulih dan normal kembali,’’ ungkap mantan Kades Tulungrejo Kota Batu itu.

Kendati terjadi penurunan hingga 50 persen, PT. KKB belum melakukan pengurangan jumlah produksinya. Hanya saja, dalam beberapa waktu ini, dia akan melihat potensi pasar dan kestabilan dampak krisis global yang menyerang Amerika.

Jika pasarnya semakin terpuruk, KKB akan mengurangi jumlah produksi jamurnya. Hal itu akan berimbas pula pada pengurangan jumlah karyawannya. Jumlah karyawannya mencapai 700 karyawan. Jumlah karyawan kontrak lebih banyak dari karyawan yang telah ditetapkan sebagai karyawan tetap.

‘’Mungkin kontrak para karyawan yang sudah habis masa kontraknya tidak dapat diperpanjang lagi. Karena memang kondisinya seperti itu. Tapi, kami berharap krisis global dapat segera berakhir dan produksi jamur tetap stabil hingga tidak sampai mengurangi produksi dan karyawan,’’ ungkap Caleg nomor satu daerah pemilihan Bumiaji di salah satu partai peserta Pemilu 2009 itu.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko sudah mendapatkan laporan yang terjadi pada PT. KKB yang ada di Kota Batu, sebagai akibat dampak krisis global yang berawal dari negeri Paman Sam itu.
Wali kota prihatin dengan dampak yang sangat luas itu. Meski demikian, wali kota berharap tidak sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di pabrik itu.

‘’Kami berharap tidak sampai ada pengurangan jumlah karyawan. Mungkin dapat dicarikan solusi yang tepat agar pabrik jamur itu tetap bertahan,’’ tandasnya. (aim/avi) (muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s