Besok Pasokan BBM Baru Normal

Warga Malang Raya tampaknya masih harus bersabar untuk mendapat bensin (premium). Karena diprediksikan, antrean di SPBU akan kembali normal besok.

Bahkan untuk menghentikan aksi borong bensin, PT Pertamina Unit Pemasaran Regional Surabaya V (UPMS), menggelontor bensin. Selasa kemarin, UPMS terpaksa menambah 100 kiloliter (kl) pasokan bensin depo Sub Rayon Malang menjadi 900 kl.

Hanya saja, Pertamina menyangkal jika penambahan kiriman itu disebabkan kepanikan mereka melihat panic buying yang terjadi sejak Minggu (12/10) malam kemarin. Melainkan, untuk mempercepat proses pemulihan keadaan.

‘’Sebetulnya bukan panik begitu. Kiriman ke depo Malang Raya adalah kegiatan normal. Tetapi, untuk memulihkan keadaan Malang Raya butuh waktu minimal dua hari. Karena itu, hari ini (kemarin) kita suplai 900 kl,’’ kata Eviyanti Rofraida, Humas Pertamina UPMS kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang.

Seperti diberitakan diharian ini sebelumnya (MP, 14/10) akibat keterlambatan pasokan bensin ke Malang Sabtu dan Minggu, antrean panjang menghiasi hampir seluruh SPBU, khususnya di Kota Malang.
Keterlambatan pasokan disebutkan UPMS karena kapal tanker gagal merapat sesuai waktu akibat cuaca alam.

Sementara itu meski sudah dipasok 800 kl pada Senin kemarin, kenyataannya pembelian bensin di SPBU masih diwarnai antrean panjang.

SPBU di kota Malang hampir semuanya memasang ‘Maaf Premium Habis’ karena sejak pagi sudah diserbu para pembeli. Akibatnya Senin sore, untuk mencapatkan bensin masih cukup sulit.

Dikatakan Evi, seperti biasanya pengiriman 900 kl bensin ke Malang Raya menggunakan dua moda angkutan. Sebanyak 30 persen dikirim menggunakan truk tanki dan sisanya 70 persen menggunakan rail train wagon (RTW). Bahkan, sekitar pukul 12.00 WIB Selasa siang, armada truk tangki diperkirakan sudah bongkar muat di depo sub rayon Malang.

‘’Normalnya, untuk Malang Raya kita siapkan 1000 kiloliter. Kiriman seperti sekarang ini antara 800 hingga 900 kiloliter termasuk normal. Bukan berarti tidak memenuhi target. Sebab, kebutuhan rata-rata premium Malang Raya sekitar 800 kiloliter,’’ ujar Evi meyakinkan.

Dikatakan dia, dari hasil penelusuran tim depo Sub Rayon Malang membuktikan, antrean pembelian bensin sebenarnya dipicu panic buying masyarakat sendiri.

Isu tentang kenaikan BBM pasca memburuknya perekonomian di Amerika Serikat, membuat masyarakat Malang membeli bensin secara tidak wajar.

Jika biasanya membeli cukup untuk kebutuhan satu – dua hari, lanjut Evi, mereka justru membeli dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, banyak SPBU di Kota Malang kehabisan stok. Padahal, isu kenaikan BBM tidak pernah terlontar ke permukaan. Apalagi, kenaikan BBM prosesnya tidak secepat itu.

‘’Kenaikan BBM itu pemerintah yang menentukan. Selain itu, tidak mungkin pemerintah tidak melakukan sosialisasi jika memang akan menaikkan harta BBM. Karena itu, masyarakat kami himbau kembali membeli dalam batas normal saja. Tidak perlu panic buying, yang menjadikan keadaan tidak segera pulih,” paparnya.

Evi tidak menyebutkan secara riil, hasil penelitian tim yang diturunkan Pertamina di Malang. Tetapi, karena laporan itu juga menjadikan UPMS harus menambah 100 kl pasokan ke Malang Raya dari biasanya hanya 800 kl. Harapannya, tambahan pasokan bisa segera menstabilkan kondisi SPBU di Malang Raya. (has/avi) (harry santoso/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s