Penjualan Kukang di Jalanan Dilaporkan Ke BKSDA

Rosek Nursahid

Rosek Nursahid

Ketua Pro Fauna Indonesia Rosek Nursahid mengecam perdagangan satwa langka Kukang (kuskus) di jalanan Kota Malang. Penjualan satwa Kukang di jalanan tersebut menyalahi Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Menurut Rosek, penjual satwa langka itu terancam denda sebesar Rp 100 juta dan hukuman kurungan maksimal lima tahun. Berdasarkan pengamatan Pro Fauna penjualan satwa langka di jalanan kian marak di Kota Malang. Pihaknya telah mendeteksi dua lokasi penjualan yakni di Depan Alun-alun Mall dan di Jalan Veteran dekat Taman Makam Pahlawan. Rosek mengaku telah melaporkan hal itu pada BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam) setempat.

“Kami sudah follow up dengan melapor ke BKSDA, penjual bisa kena penyitaan atau sanksi hukum,” ujar Rosek saat dikonfirmasi Malang Post kemarin.

Rosek menegaskan, Pro Fauna masih menunggu tindakan dari BKSDA dalam dua hari ke depan. Ketika diketahui BKSDA tidak bergerak maka Pro Fauna bakal menjemput untuk mengajak menindak di lapangan. Perdagangan satwa langka di jalanan menurut Rosek telah melalui proses penyiksaan terhadap Kukang. “Yang pertama melanggar UU Nomor 5 tahun 1990, yang kedua tidak respek terhadap penderitaan satwa tersebut,” katanya.

Imbuh Rosek, Kukang itu disiksa dengan cara mencabut gigi taringnya agar terlihat lembut dan tidak liar. Penjual juga merusak kondisi hidup Kukang karena memaksa beraktifitas di siang hari. Dikatakan Rosek, satwa Kukang adalah biasanya beraktifitas di malam hari.

“Kukang menjadi salah tidur dan yang terparah memberi makan dengan daun. Kukang ini makanannya serangga, ini merupakan penyiksaan terhadap hewan,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran BKSDA, satwa tersebut pasti didapatkan dari dalam hutan. Di Kabupaten Malang ekosistem hidup Kukang berada di Hutan Lebakharjo Kecamatan Ampelgading serta di Pulau Sempu Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Malah besar dugaan hewan itu juga dijarah dari hutan di wilayah Banyuwangi.(ary/lim) (Vandri Van Battu/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s