BKSDA Tanggapi Perdagangan Satwa Dilindungi

Menanggapi maraknya perdagangan satwa dilindungi di Kota Malang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur langsung mengambil tindakan. Kepala BKSDA Jawa Timur, Sumarto menjelaskan, tim patroli BKSDA resort Malang terus melakukan pemantauan sejak seminggu yang lalu sebelum berita ini diturunkan.

“Ada empat orang yang ditugaskan untuk melakukan patroli di Kota Malang. Sejak kami mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung turun seminggu yang lalu. Namun tim ini bertugas di wilayah yang cukup luas, hingga Pasuruan. Dan hingga saat ini, kami belum menemukan secara langsung perdagangan satwa yang informasinya berada di Jalan Veteran,” kata Sumarto saat dihubungi Malang Post kemarin sore. Pernyataan Sumarto ini menyikapi laporan adanya perdagangan satwa yang dilindungi secara bebas di Kota Malang. Salah satunya adalah Kukang di Jalan Veteran.

Meski demikian, Sumarto mengatakan BKSDA akan terus memperketat pengawasan terhadap perdagangan satwa. Pasalnya, perdagangan ini melawan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Denda yang dikenakan bagi pelanggar sebesar Rp 100 juta serta hukuman kurungan maksimal lima tahun.

Sayangnya, lanjut Sumarto, kesadaran masyarakat terhadap hal ini masih rendah. Di Indonesia, perdagangan satwa liar ini menduduki peringkat dua setelah narkoba. Perdagangan satwa bahkan mengalahkan illegal logging yang juga marak dilakukan di Indonesia. Faktor kemiskinan merupakan pendorong utama bermulanya penangkapan satwa di hutan dan dijual pada masyarakat yang tentunya memiliki uang.

“Belum lagi dampak ekologi yang ditimbulkan. Satwa dan manusia, sama-sama hidup di dunia. Mereka merupakan bagian dari ekosistem yang menjamin keseimbangan kehidupan kita. Jika populasi mereka terganggu, keseimbangan alam akan terganggu dan berimbas pada kehidupan manusia juga,” terang dia.

Untuk itu, ungkap dia, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak untuk bersama-sama memberantas perdagangan satwa liar ini. Termasuk pada penggemar satwa langka yang berniat membeli. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli satwa yang diperdagangkan secara liar, khususnya satwa langka. Karena penjual dan pembeli sama-sama dikenakan sanksi jika terbukti memiliki satwa langka,” tegasnya.(fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s