Disuplai Depo Surabaya

Kepanikan warga Malang Raya atas pembelian bensin (premium) menyodok permintaan bensin ke Pertamina Unit Pemasaran Surabaya (UPMS) V.

Hingga pukul 15.00 kemarin, delivery order (DO) bensin ke Sub Rayon Malang Raya tembus angka 1.244 kiloliter. Padahal, maksimal kebutuhan warga Malang Raya rata-rata hanya 1.000 kiloliter. Itupun jarang terjadi, paling-paling hanya 800 – 900 kiloliter.

Sampai-sampai Depo Malang Raya yang berlokasi di Jl. Kalimantan tidak mampu memenuhi permintaan 67 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Malang Raya. Utamanya 22 SPBU yang terserak di berbagai titik di Kota Malang, baik yang besar atau yang kecil.

Secara rinci, DO atau kiriman sebanyak 1.244 kiloliter dilakukan dengan tiga opsi. Pertama menggunakan rail train wagon (RTW) 1.000 kiloliter, truk tanki 144 kiloliter dan 100 kiloliter dipasok langsung dari Depo Sub Rayon Surabaya. Semuanya, sudah terkirim dan pukul 15.00 WIB kemarin sudah berada di masing-masing SPBU.

Dikonfirmasi soal kondisi di atas, Eviyanti Rofraida Humas UPMS V menyebutkan, karena depo Sub Rayon Malang kewalahan mengisi SPBU diwilayahnya, UPMS Surabaya terpaksa melibatkan depo Sub Rayon Surabaya. Dengan menggunakan truk tanki, depo Rayon Surabaya langsung memasok ke SPBU dimaksudkan.

‘’Luar biasa kejadian sekarang ini. Tidak biasanya, depo Surabaya sampai membantu seperti ini. Normalnya, pengisian SPBU Malang dilakukan sendiri oleh depo Malang . Tapi, karena kewalahan dibantu langsung dari depo Surabaya,’’ papar Eviyanti.

Sementara itu dihubungi melalui saluran ponselnya, Timotius Kristanto Kepala Depo Sub Rayon Malang menyebutkan, pasokan normal 22 titik SPBU di Kota Malang, pada kondisi normal hanya membutuhkan 22 kiloliter saja. Tetapi, karena kondisi panic buying terpaksa harus diisi sampai 40 kiloliter.

‘’Semua ini harus kami lakukan dengan harapan agar kondisi cepat normal. Kami minta bantuan masyarakat tidak usah panic buying. Karena tidak ada isu apapun di balik persoalan bensin di Malang kecuali karena kapal tanker terlambat merapat karena alam,’’ pintanya. (has/avi)
(harry santoso/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s