Pelatihan KTSP Guru SMP: Guru Swasta Harus Lebih Inovatif

Pelatihan KTSP untuk guru SMP swasta di SMPN 20 kemarin. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Pelatihan KTSP untuk guru SMP swasta di SMPN 20 kemarin. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah berjalan sekitar dua tahun. Sejak diprogramkan pada 2006 lalu, seluruh sekolah mulai melaksanakannya. Untuk sekolah negeri, tidak ada kendala berarti dalam penyusunan KTSP ini. Berbeda dengan sekolah swasta, yang belum bisa menerapkan optimal KTSP di sekolahnya masing-masing.

Menurut Instruktur Nasional Sosialisasi KTSP Dra endah Priatni M.Pd, pemahaman KTSP di sekolah swasta tidak hanya terbatas pada kepala sekolahnya saja. Tapi semua guru pun harus memahaminya. “Semua guru harus faham KTSP. Sebab kurikulum ini adalah kurikulum khas sekolah. Yang berbeda dengan kurikulum sekolah lain,” ungkapnya.

Wanita yang juga dosen di Universitas Negeri Malang (UM) ini menuturkan, di sekolah swasta guru harus lebih inovatif dalam menyusun KTSP. Sebab yang dihadapi adalah siswa dengan input yang rendah. Berbeda dengan di sekolah negeri apalagi yang favorit, dimana guru bisa dengan mudah menambahkan materi yang lebih dari standar isi yang disyaratkan.

Keistimewaan KTSP ini akan tampak pada muatan lokal maupun jabaran-jabaran dalam mata pelajarannya. Dimana masing-masing sekolah punya kekhasan sendiri. Di sekolah swasta misalnya, yang mayoritas siswanya mungkin saja tidak melanjutkan setelah lulus, harus ada muatan lokal yang mengarah pada keterampilan untuk siswa.

Penyelenggara Acara Suyitno SH menuturkan, kegiatan kali ini difokuskan pada guru SMP Swasta. Ada sekitar 115 orang guru yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Yaitu difokuskan pada guru lima mata pelajaran UN. Pelatihannya dilaksanakan selama tiga hari dengan target masing-masing guru mampu membuat silabus atau rencana program pembelajaran (RPP).

“Kalau sekolah negeri sudah banyak mendapatkan pelatihan baik di tingkat provinsi hingga nasional. Sekarang kami memfokuskan pada sekolah swasta yang memang sedikit mendapatkan kesempatan pelatihan semacam ini,” tegasnya.(oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s