Ditebang, Ganti Pohon Baru

Pohon mati ditebang Dinas Pertamanan. Setelah ditebang, akan ditanami lagi pohon pengganti yang lebih tahan lama. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Pohon mati ditebang Dinas Pertamanan. Setelah ditebang, akan ditanami lagi pohon pengganti yang lebih tahan lama. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Sementara itu, Dinas Pertamanan secara rutin melakukan penebangan pohon-pohon mati. Kemarin, sedikitnya tiga pohon ditebang, di antaranya di ruas Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Ki Ageng Gribig. Khusus di Jalan Urip Sumoharjo, dua pohon bersebelahan yang mati tersebut ditebang karena memang berpenyakit.

Koordinator perawatan pohon dan penebangan pohon rawan tumbang Dinas Pertamanan, Suyitno mengatakan, dua pohon tersebut ditebang atas permintaan warga. Kondisinya yang mengering dan mati tidak mungkin lagi dipertahankan sehingga Dinas Pertamanan langsung menyiapkan pohon pengganti.

“Yang mati ini, pohon Angsana. Pohon jenis ini memang terbilang rentan. Untuk itu kami menyiapkan pohon pengganti yang relatif lebih tahan. Di antaranya pohon Soga, tanjung, Saman, dan Spatodea,” kata Suyitno saat ditemui Malang Post kemarin.

Belakangan ini, lanjutnya, pohon Angsana banyak mati karena terkena penyakit. Ia menduga, penanaman Angsana dengan menggunakan cara stek yang menyebabkan rapuhnya sebagian besar pohon Angsana yang ditanam tahun 1987 ini. “Sementara pohon lainnya, kan menggunakan penanaman dengan biji. Ini mungkin berpengaruh juga,” duga dia.

Padahal, tambah Suyitno, sejak tahun 1990 hingga 2002, tidak ada satupun pohon Angsana di Kota Malang yang mati. Terkait dengan kemungkinan pohon ini diracun, ia mengaku tidak tahu menahu.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan Kota Malang, Drs Mardjono MSi mengatakan, terkait dengan matinya sejumlah pohon di depan Pizza Hut dan Plaza Elektronik, pihaknya belum melakukan panggilan terhadap pengelola bangunan.

Sesuai dengan Perda No 3 Tahun 2003 tetang Pengelolaan Pertamanan, setiap pengelola harus ikut mengawasi pohon yang ada di kawasannya. Meski demikian, Dinas Pertamanan tidak memiliki kewenangan untuk menindak. “Tidak ada sanksi yang diterapkan. Untuk itu kami sedang mengupayakan penyempurnaan Perda tersebut termasuk dengan pengamanan tanaman dalam program 2009 mendatang,” jelas Mardjono.(fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s