Masuki Pancaroba, Waspadai Puting Beliung

Memasuki musim pancaroba, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. Khususnya terhadap bahaya puting beliung yang melanda wilayah Malang akhir-akhir ini. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Malang, Ir Koeswara melalui Kepala bagian Humas Kota Malang, DR Ir Jarot Edy Sulistyono mengatakan puting beliung atau lesus merupakan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, dan mempunyai pusat yang bergerak melingkar seperti spiral, yang bisa menyentuh permukaan bumi dalam waktu singkat, antara tiga hingga lima menit saja.

Angin jenis ini, lebih sering terjadi di peralihan musim, siang atau sore hari, serta kemungkinan di malam hari. “Luasannya sendiri berkisar antara 5 hingga 10 km dengan kecepatan 30 hingga 40 knot,” terang Jarot.

Karena cepatnya proses ini, maka akan sangat sulit memprediksi puting beliung. Namun masyarakat perlu mengetahui fenomena cuaca yang mengindikasikan terjadinya puting beliung. Di antaranya, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa sangat panas dan gerah. Mulai pukul 10.00 WIB, terlihat tumbuh awan cb yang menggumpal dan menjulang ke atas.

“Di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang mempunyai jenis batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu atau hitam. Pepohonan di sekitar kita, dahan dan rantingnya mulai bergoyang cepat dan terasa sentuhan udara dingin di tempat kita berdiri,” lanjutnya.

Sebagai langkah antisipasi, ungkap dia, masyarakat perlu mewaspadai pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh. Pohon semacam ini perlu segera di tebang dahan-dahannya untuk mengurangi beban berat pada pohon. Serta atap rumah yang sudah rapuh perlu diperkuat lagi. “Dan jika mengetahui adanya indikasi akan terjadinya puting beliung, segera menjauh dari lokasi,” paparnya.

Melihat fenomena tersebut, Kepala Bakesbanglinmas Kota Malang, Drs Sukirno MM menghimbau warga Kota Malang untuk mawas diri dan hati-hati karena puting beliung bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Selama tiga bulan Pemkot Malang menyiapkan posko bencana yang selalu siaga di belakang kantor PMK. Tim ini terdiri dari Pemkot Malang, unsur Kodim, Polres, dan USAR yang siaga sejak 6 Oktober hingga Januari 2009 mendatang. “Meski demikian, tetap sangat diharapkan kehati-hatian warga supaya semua bisa berjalan baik-baik saja,” harapnya.(fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s