Perajin Tempe Siap Tanpa Subsidi

Stok kedelai di Primkopti Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang (Sinyo/Malang Post)

Stok kedelai di Primkopti Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang (Sinyo/Malang Post)

Paling lambat enam bulan ke depan, pemerintah akan mencabut subsidi kedelai jika kondisi harga terus stabil seperti saat ini. Hal ini diakui oleh Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Primkopti) Bangkit Usaha, Sanan, Kota Malang, Drs. H. Machfud.

“Sekarang perajin tempe, tahu atau keripik tempe mendapatkan subsidi Rp 1000 untuk setiap kilogram kedelai. Saya memperkirakan, Desember 2008 mendatang, subsidi segera dicabut. Dengan catatan kondisi harga tetap stabil,” ujarnya kepada Malang Post.

Menurut Machfud, rencana pencabutan subsidi tersebut, cepat atau lambat memang harus dilakukan untuk mengedukasi perajin. “Sebenarnya, yang juga perlu dipikirkan untuk subsidi adalah petani kedelai. Hal ini dilakukan agar petani tetap bersemangat menanam kedelai. Jika harga kedelai bagus, maka petani akan senang menanam, akibatnya persediaan kedelai tidak terganggu,” imbuhnya.

Sekarang, lanjut Machfud, harga per kilo kedelai Rp 6.100. Perajin membeli dengan harga Rp 5.100. Padahal, tahun lalu harganya mencapai Rp 3.200. Indonesia, ungkap Machfud masih belum bisa mencukupi kebutuhan kedelai nasional. Sehingga masih menggantungkan impor dari negara lain.

“Perbandingan untuk kedelai impor dengan lokal masih 2 banding 1. 1 untuk kedelai lokal dan 2 untuk kedelai impor. In menunjukkan bahwa kita masih belum bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan kedelai. Di Jawa Timur, sentra pertanian kedelai ada di Banyuwangi,” cetusnya.

Sekadar diketahui, untuk Kota Malang saja, setiap hari, pemerintah harus menyokong pembelian kedelai sebesar kurang lebih Rp 17 juta. Sebab, kebutuhan kedelai per hari di Kota Malang mencapai rata-rata 17 ton. “Kebutuhan rata-rata setiap hari di Kota Malang sebanyak 17 ton,” kata Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop) Kota Malang, Dra. Penny Indriyati. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s