USAR Awasi Pohon Mati

Salah satu pohon yang nyaris mati di Jalan Semeru. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Salah satu pohon yang nyaris mati di Jalan Semeru. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Banyaknya pohon mati yang diduga akibat diracun membuat USAR (Urban Search and Rescue) Garuda dan Pemerintah Kota Malang semakin sigap melakukan pengawasan. Operasi yang dinamakan apel jaring ini disebar di lima kecamatan di Kota Malang selama 24 jam.

Ketua USAR Garuda, Ahmad Djayusman mengatakan, awal minggu ini pihaknya mulai memperketat pengamanan pohon-pohon terkait dengan banyaknya kecurigaan mengenai pembunuhan pohon dengan menggunakan bahan kimia. “USAR Garuda sendiri sebenarnya telah mulai bergerak untuk pengamanan pohon sejak satu bulan lalu. Hanya saja untuk koordinasi dengan dinas baru dilakukan awal minggu ini,” terang Djayusman yang saat dihubungi Malang Post kemarin tengah berada di Jakarta.

Anggota USAR Garuda ini, ungkapnya, disebar dalam lima kecamatan yang ada di Kota Malang untuk melakukan pengawasan 24 jam penuh terhadap pohon dan aktifitas yang dinilai mencurigakan. Anggota USAR Garuda, lanjut Djayusman, awalnya juga merupakan penghobi komunikasi sehingga lintas informasi dalam waktu singkat bukanlah perkara sulit.

“Tim ini, setiap pukul 21.00 WIB melakukan apa yang kita namakan apel jaring. Setiap malam, sekitar 75 hingga 110-an anggota rutin melaporkan apapun kejadian yang ada di wilayahnya. Dengan ini diharapkan informasi mengenai perusakan pohon akan lebih cepat sampai untuk ditindak lanjuti,” jelas dia.

Anggota USAR Garuda sendiri merupakan tenaga relawan yang kini telah berjumlah 170 anggota. 75 persen anggota berasal dari kalangan profesi sekuriti sehingga pemantauan 24 jam yang dibagi dalam shift bukanlah masalah.

Selama satu bulan, pihaknya telah menemukan satu penebangan liar di kawasan Kota Malang yakni di Jalan Raya Langsep sekitar dua minggu lalu. Informasi ini telah disampaikan pada dinas terkait untuk ditindaklanjuti.

Sementara untuk kasus pohon mati karena diracun, memerlukan waktu yang lebih lama untuk pengungkapannya. “Kami sendiri tidak memiliki kewenangan untuk menindak pelaku. Yang kami berikan, sebatas informasi kegiatan yang mencurigakan serta mengumpulkan barang bukti,” jelas dia.
Dengan kerjasama ini, Djayusman berharap bisa ikut membantu menekan kematian pohon dan penebangan liar yang selama ini masih banyak dilakukan di Kota Malang.(fio/lim)
(Fiona Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s