Lima ABG Diperiksa Dalam Pembunuhan

(sigit rokhmad/mp)

(sigit rokhmad/mp)

Ekstra kerja keras terus dilakukan petugas Polsek Wagir. Mereka harus bisa mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Satria Saputra Wahyu Lianto atau Satria, 4 tahun warga Dusun Ngragi, Desa Pandanrejo, Wagir.

Setelah memeriksa dua sakti mata, yakni pemilik toko emas dan Kamituwo Ngragi, kemarin polisi memeriksa lima ABG (Anak Baru Gede) di Desa Pandanrejo.

Pemeriksaan sendiri dilakukan setelah adanya informasi warga yang menyebutkan kalau para ABG tersebut, sempat bertemu dan mengajak korban untuk memancing di sungai Rawu, lokasi korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Kelima ABG itu adalah Joko Susilo, 15 tahun, Amim, 14 tahun, Misdi, 16 tahun, Jaya Prasetyo, 16 tahun dan Sigit Tondo Priyanto, 27 tahun. Mereka dijemput petugas di dua lokasi berbeda di Desa Pandanrejo.
Sigit, Joko, Amim dan Misdi, yang ketika itu nongkrong-nongkrong, dibawa petugas. Menyusul kemudian, Jaya yang dijemput petugas di rumahnya untuk kemudian secara bersama-sama diminta keterangan di Mapolsek Wagir.

Mereka dimintai keterangan secara bergantian oleh anggota. Sayangnya tidak juga ada titik terang, untuk menguak siapa pembunuh bocah kecil tersebut.

Rata-rata, mereka mengaku tidak hobi memancing. Sementara Kamis saat kejadian, banyak yang tidak mengetahui dan justru malah ikut membantu mencari keberadaan korban setelah dikabarkan hilang.
‘’Dari keterangan yang diberikan oleh warga, seketika itu juga mereka langsung dijemput untuk diminta keterangan. Namun sayangnya, untuk titik terang masih belum ada. Karenanya, begitu pemeriksaan usai, kelimanya langsung dipulangkan,’’ tegas Kapolres Malang melalui Kapolsek Wagir, AKP Marlon L Tadu.

Seperti Jaya Prasetyo, remaja yang keseharian diam diri di rumah itu, mengatakan kalau seharian pada saat kejadian (Kamis), dia berada di dalam rumah. Dia sendiri mengetahui Satria hilang, setelah ada yang memberitahu ketika dirinya menonton TV.

‘’Kamis itu saya di dalam rumah. Saya tahunya Satria hilang, setelah ada yang memberitahu. Malahan, sempat juga ikut mencari sebelum akhirnya sekitar pukul 15.00, saya pulang dan menonton TV kembali,’’ kata Jaya.

Berbeda dengan Amim, remaja yang sudah bekerja sebagai buruh bangunan itu mengatakan, kalau dia malah baru tahu jika Satria hilang dan ditemukan meninggal, usai Magrib. Itu karena, dia baru pulang sebagai pekerja bangunan di Bumiayu.

‘’Saya berangkat kerjanya jam 06.30 dengan menggunakan motor. Biasanya, pulang kerjanya sekitar pukul 16.30. Namun, karena saat itu ban motor saya sempat bocor, makanya baru sampai di rumah sekitar pukul 18.00,’’ akunya.

Sementara Sigit dan Misdi dalam pemeriksaan mengaku kalau keduanya memang sempat mendengar kabar hilangnya Satria sekitar 14.30. Namun, karena keduanya tengah menggali tanah, makanya tidak ikut mencari korban.

‘’Saya dan Sigit kerja menggali tanah. Kami berdua tahu kalau ada anak hilang, ya dari anak-anak kecil yang ketika itu melintasi kami dan hendak membantu mencari keberadaan korban,’’ ungkap Misdi.
Sementara itu polisi, tetap berjuang keras. Bahkan Polsek Wagir membagi anggota menjadi dua tim. Tim itu dipimpin langsung Kapolsek Wagir, AKP Marlon L Tadu dan Kanitreskrim Polsek Wagir, Aiptu Gatot Eko.

Aiptu Gatot sendiri mengaku akan kembali meminta keterangan Susiani, tetangga sekaligus teman bermain korban sehari-hari di Dusun Ngragi. Harapannya, tentu bisa mengetahui siapa atau bagaimana ciri dari orang yang sempat mengajak korban pada Kamis itu.

‘’Setelah kejadian, Susi, sapaan Susiani, sebenarnya sudah sempat saya tanya pelan-pelan. Hanya saja, dia banyak diamnya. Malahan, sesekali bercerita saat dia bermain dengan Satria,’’ ujar Gatot.

Sebagaimana diberitakan, untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Satria, petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi yang diharapkan mampu membantu mengidentifikasi pelakunya.

Hanya saja, gambaran jelas tersangkanya, masih belum diketahui. Petugas sendiri, sampai-sampai harus kembali ke TKP untuk melakukan penyisiran kemungkinan adanya barang yang ditinggalkan oleh korban ataupun pelaku. (sit/avi) (sigit rokhmand/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s