Diabetes: Penyakit Mahal, Tak Bisa Sembuh

Berbagai upaya dilakukan para ahli penyakit dalam (spesialis diabetes melitus) RSSA Malang untuk menstabilkan jumlah glukosa dalam darah pasien.

Karena hingga saat ini, belum ada satu obat pun untuk menyembuhkan penyakit ini. Ada pun obat yang diberikan oleh tim medis sifatnya hanya sebagai terapi untuk mengatur jumlah glukosa dalam darah, agar tidak meningkat.

Hal ini dikatakan oleh Dr dr Putu Moda Arsena, salah satu ahli DM di Malang. Spesialis penyakit dalam di RSSA Malang ini mengatakan jika sebelum ditemukan hormon insulin, penderita DM tipe satu banyak yang meninggal. Penyebabnya karena meningkatnya jumlah glukosa darah. Sama dengan DM tipe dua, yang harus mengkonsumsi obat tablet untuk mengatur glukosa.

‘’Diabetes tidak bisa disembuhkan setelah pasien terjangkit, namun diabetes bisa dicegah, dengan merubah pola hidup. Kesadaran kita sendiri untuk hidup sehat, yang bisa menjauhkan kita dari diabetes,’’ kata Putu, beberapa waktu lalu.

Pria yang dipilih menjadi ketua pelaksana kongres ke VII Persedia (Persatuan ahli diabetes seluruh Indonesia) ini juga menjelaskan, dengan tidak bisa disembuhkannya penyakit ini, serta lamanya penyakit diidap oleh pasien, serta jumlah glukosa yang sangat meningkat, akan berpotensi terjadi komplikasi. Bahkan jika diprosentase, 95 persen pasien diabetes mengalami komplikasi.

‘’Ada dua jenis komplikasi DM, yaitu komplikasi akibat kerusakan pembuluh darah kecil (komplikasi angiopati mikro) yaitu contohnya kerusakan pada selaput jala mata, kerusakan saraf, kerusakan ginjal dan komplikasi akibat kerusakan pembuluh darah besar (komplikasi angiopati makro), adalah mengidap penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah kaki,’’’ kata dr Putu.

Namun begitu komplikasi ini juga dapat dicegah, yaitu pasien harus patuh menjaga agar glukosa darah tidak terus meningkat. Salah satunya dengan melakukan terapi obat ataupun insulin, termasuk tetap menjaga pola hidup dengan tanpa mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat, terus melakukan aktifitas tubuh secara teratur, dan melakukan diet.

‘’Diabetes ini memang penyakit yang mahal dibandingkan dengan penyakit lainnya. Karena pasien diabetes ini harus selalu mengkonsumsi obat, sebagai alat mengatur glukosa. Jika obat itu dihentikan, sudah tentu, glukosa ini langsung jumlahnya meningkat, Belum lagi jika terjadi komplikasi, atau gagal ginjal, yang akibatnya pasien harus menjalani cuci darah untuk menghilangkan racun dalam darah,’’ tandas Putu. (ira/avi) (Ira Ravika/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s