Perampok Coca Cola Lumpuhkan Satpam Marinir

Tembok yang dilubangi pelaku, dan ruang Shiper tempat salah satu satpam disekab, dan Satpam Nur Hidayat memperlihatkan luka di tangannya akibat pukulan pelaku (ira ravika / malang post)

Tembok yang dilubangi pelaku, dan ruang Shiper tempat salah satu satpam disekab, dan Satpam Nur Hidayat memperlihatkan luka di tangannya akibat pukulan pelaku (ira ravika / malang post)

Empat rampok menyatroni gudang Coca Cola area Malang Selatan di Jalan Satsuit Tubun no 8, Kebonsari, Sukun Kota Malang dinihari kemarin. Pelaku yang membawa linggis menjebol tembok dan menggasak Rp 250 juta.

Bukan itu saja, pelakunya juga berani melawan dua Satpam, yang salah satunya masih berstatus anggota marinir. Yaitu Sandra Abet Mega, 50 tahun, warga Ngamarto Indah, RT07 RW05, Lawang.
Hanya saja, pria yang mengaku berpangkat kopral ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi pelaku. Karena, pelaku lebih dulu melumpuhkannya dengan cara memukul hingga tak sadarkan diri. Mulut Sadra ditutup lakban dan tangan juga kakinya diikat tali rafia.

Nasib sama juga dialami Nur Hidayat, 32 tahun, warga Desa Logok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Satpam yang indekos di daerah Kepanjen, Kabupaten Malang ini juga dilumpuhkan, dengan mulut di lakban, tangan serta kakinya juga diikat.

Lebih sadis, pelaku sama sekali tidak membolehkan Nur bergerak, buktinya saat Nur berusaha melepaskan ikatan di tangannya, pelaku langsung menendang wajah, dan tubuh pelaku, yang berakibat korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Hingga tadi malam, petugas Polsekta Sukun dibantu anggota reskrim Polresta Malang masih melakukan penyelidikan. ‘’Sementara ini, 10 saksi sudah kami mintai keterangannya. Termasuk dua satpam yang berjaga saat perampokan itu terjadi,’’ terang Kapolsekta Sukun AKP Hutomo kepada Malang Post kemarin.

Data yang berhasil dihimpun, perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.00. Awalnya, sekitar pukul 01.00, Nur Hidayat melakukan patroli, ke seluruh areal gudang.

Nur yang harusnya berjaga hingga pukul 00.00, harus lanjut sampai pagi karena dua rekan seprofesinya Wahyudi dan Sodiq izin tidak masuk.

Saat melakukan patroli, Nur tidak melihat kejanggalan, atau sesuatu yang mencurigakan di areal gudang. Itu sebabnya, 30 menit kemudian, Nur kembali ke ruang Shipper, atau ruang jaga.
Sekitar 02.00, Nur yang sedang istirahat kaget, dengan masuknya empat orang tak dikenal di ruang jaganya. Satu diantara empat pelaku ini menutup wajahnya dengan cadar.

Apesnya, pelaku langsung memukuli Nur Hidayat, hingga tubuh pria ini babak belur, dan akhirnya pingsan. ‘’Saya dijaga satu orang dan sama sekali tidak boleh bergerak,’’’ kata Nur Hidayat sambil menunjukkan luka memar di sekujur tubuhnya, dan luka robek di pergelangan tangannya, akibat ikatan tali rafia.

Aksi berlanjut ke kantor administrasi. Tiga pelaku langsung menuju ke lantai dua, tempat brankas penyimpanan uang. Tapi sebelumnya, pelaku yang berhasil masuk ruangan dengan cara mendobrak pintu ini, lebih dulu melumpuhkan Sadra, yang berjaga di ruangan tersebut. Hanya 10 menit, Sadra pun lumpuh. Saat sadar dia merasakan tangan dan kakinya diikat.

Seperti Nur Hidayat, Sadra juga dijaga oleh satu pelaku, yang selalu memberikan pukulan atau tendangan, jika bergerak. Setelah itu, dua pelaku menuju ruang brankas dan berhasil membawa kabur isi brankas senilai Rp 250 juta amblas.

Nur Hidayat sendiri bisa melepaskan diri setelah ditolong oleh Sadra. Saat itu sekitar pukul 05.00, Nur sadar setelah dibangunkan oleh Sadra. ‘’Kondisi saya lemas, sekujur tubuh saya sakit, karena dipukuli pelaku dengan linggis,’’’ kata Nur sambil mengaku ikatan tangan dan kakinya dilepas oleh Sadra.

Nur sendiri tidak mengetahui pasti bagaimana Sadra bisa bebas. Namun dari informasi yang ada, Sadra lolos, setelah ada salah satu warga yang menolongnya.

Awalnya, Sadra berhasil melepaskan lakban di mulutnya setelah menggesek-gesekkan di baju, langsung berteriak. Teriakan itu di dengar oleh beberapa warga yang ada di balik tembok seputar TKP.
Warga pun masuk dengan meloncat tembok, dan melepaskan Sadra.

Selanjutnya Sadra dan Nur Hidayat melaporkan kejadian tersebut ke manager gudang, kemudian meneruskan laporan ke Polsekta Sukun.

Humas Coca Cola, wilayah Jawa timur, Retno Koesdijarto saat dikonfirmasi Malang Post mengaku menyerahkan semuanya ke pihak yang berwajib. ‘’Masalah ini sudah dalam penyelidikan aparat yang berwenang. Kami menunggu hasil dari pihak kepolisian,’’ kata Retno.

Petugas yang langsung melakukan olah TKP, berhasil mengidentifikasi para pelaku. Apalagi secara fisik, kedua Satpam ini mampu menjelaskan ciri-cirinya.

‘’Saat ini anggota sudah bergerak, untuk melakukan mencari para pelaku. Doakan saja, kasus ini cepat terungkap,’’’ tandas Hutomo sembari menyebut, kasus tersebut, pihaknya sudah mengamankan brankas dan tali yang digunakan pelaku untuk mengikat para korbannya.

Kendati begitu, ada dugaan pelaku adalah orang dekat, dan sangat mengenal TKP. Pasalnya, mulai dari tembok yang dilubangi, berada di belakang, yang berdekatan dengan tumpukan krat botol coca cola.
Pelaku juga langsung menuju ke lantai dua tempat brankas berada, tanpa sebelumnya melakukan penggeledahan di ruangan lantai satu. ‘’Yang jelas, kami masih menyelidiki, termasuk ada beberapa warga yang kami mintai keterangan, terkait hal ini,’’ terang salah satu petugas yang kemarin mendatangi TKP. (ira/avi) (Ira Ravika/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s