Relokasi Pasar Tugu ke Rampal

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pariwisata Informasi dan Komunikasi (Parinkom) tetap kukuh pada pendiriannya untuk merelokasi pedagang Wisata Belanja Tugu, yang lebih dikenal sebagai Pasar Tugu ke lokasi baru di Lapangan Rampal. Bahkan hari ini, Dinas Parinkom mulai membuka pendaftaran bagi pedagang yang berminat pindah. Pendaftaran dimulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB sampai Rabu lusa di Kantor Dinas Parinkom, Jalan Borobudur.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Parinkom Kota Malang, Pait Al Wiyono. Sosialisasi dan dialog dengan pedagang Pasar Tugu telah berulang kali dilakukan. Penolakan yang diutarakan pedagang, lanjutnya, tidak murni merupakan suara hati seluruh pedagang pasar. “Tidak semua menolak relokasi ini,” kata Pait saat dihubungi Malang Post kemarin.

Keterbatasan daya tampung yang dikeluhkan pedagang, ujar Pait, juga tidak berdasar. Menurutnya sejak SK Wali kota tahun 2005 mengenai izin pemakaian Stadion Luar Gajayana sebagai wisata belanja Tugu berakhir 8 April 2008 lalu, Pemkot mulai mendata jumlah pedagang yang berjualan di lokasi Simpang Balapan. Hasilnya, tidak semua pedagang memiliki SK yang disyaratkan.

Dari data yang dikumpulkan, sebanyak 258 pedagang telah mengantongi SK. 147 pedagang mengantongi SK namun memindah tangankan usahanya pada orang lain, dan 47 pedagang lainnya tidak ber-SK.
Ditambahkan Pait, pemindah tanganan seharusnya dengan diketahui oleh Dinas Parinkom. “Untuk itu relokasi ini sekaligus merupakan upaya kami untuk menertibkan para pedagang. Dan relokasi memang sengaja kami khususkan bagi pedagang yang selama ini berjualan mulai lokasi Gajayana hingga Simpang Balapan. Pedagang baru otomatis tidak bisa mendaftarkan diri,” tegasnya.

Keinginan sejumlah pedagang untuk kembali ke Stadion Luar Gajayana, lanjutnya, jelas tidak mungkin. Pasalnya, seperti yang telah disebutkan, SK Walikota mengenai izin telah berakhir April lalu. Dan telah menjadi kewenangan Pemkot untuk mencari lokasi baru yang dirasa paling sesuai untuk pedagang. “Mencari lokasi baru ini tidak gampang. Kami telah melakukan berbagai analisa dan pertimbangan yang tentunya menguntungkan pedagang juga,” paparnya.

Pait berharap, pedagang mau memahami bahwa Pemkot tidak begitu saja memaksakan kehendak pada pedagang. Diharapkan, Minggu (26/10) sudah tidak ada lagi aktifitas perdagangan di Simpang Balapan karena SK Walikota tahun 2007 yang dikeluarkan untuk lokasi Simpang Balapan memang bersifat sementara dan telah habis berlakunya sejak Agustus lalu.(fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s