Terdeteksi Ancaman Badai, BMG Warning Nelayan

Nelayan Sendangbiru di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan masih melaut. BMG meminta nelayan libur selama seminggu ke depan, khususnya perahu ukuran sedang dan kecil. (BAGUS ARY WICAKSONO/MALANG POST)

Nelayan Sendangbiru di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan masih melaut. BMG meminta nelayan libur selama seminggu ke depan, khususnya perahu ukuran sedang dan kecil. (BAGUS ARY WICAKSONO/MALANG POST)

Ribuan Nelayan di perairan laut Selatan Pulau Jawa dihimbau mengurangi aktifitas melaut seminggu ke depan. Ini menyusul prediksi BMG Stasiun Klimatologi Karangploso bahwa bakal terjadi peningkatan kecepatan angin akibat transisi musim kemarau. Hal itu menyebabkan tinggi gelombang air laut naik hingga 3 meter.

Kepala BMG Stasiun Klimatologi Karangploso, Antoyo Setyadipratikno mengatakan prediksi tersebut disampaikan oleh BMG Pusat. Bahwa seminggu ke depan, kecepatan angin di Pulau Jawa bagian selatan diramalkan meningkat. Peningkatan kecepatan itu menurut Antoyo berpotensi menaikkan tinggi gelombang laut.

“Nelayan agar mengurangi aktifitas selama seminggu, utamanya yang melaut dengan perahu ukuran sedang dan kecil,” himbau Antoyo.

Antoyo menambahkan, para cuaca normal, kecepatan angin di perairan laut selatan hanya berkisar 10 sampai 15 knot. Sedangkan, sesuai prediksi BMG kecepatan angin meningkat dari 15 knot sampai 20 knot. Hal itu menyebabkan tinggi gelombang laut berpotensi naik minimal 2,5 meter hingga mencapai 3 meter. “Tinggi gelombang normal maksimal 2 meter,” imbuhnya.

Antoyo menerangkan, peningkatan kecepatan angin itu disebabkan tekanan tinggi di Jawa bagian selatan pada masa transisi kemarau ke musim hujan, sehingga stabilitas angin tidak konsisten. Soal cuaca, dia menambahkan para nelayan bakal menghadapi badai terbesar bulan November nanti. Sesuai siklus tahunan, pada bulan tersebut badai siklon tropis bakal menerpa Pulau Jawa.

Secara terpisah, Hj. Madinatul Munawaroh salah satu pemilik perahu nelayan di Sendangbiru mengatakan, sekitar 10 persen nelayan berhenti melaut. 80 nelayan yang lain masih nekat lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Para nelayan nekat itu rata-rata menaiki perahu jenis Sekoci dan Payangan. “Laut lagi musim ikan Layang dan Tongkol mas, penjualannya juga cukup baik,” pungkas istri sesepuh nelayan Sendangbiru H. Atmo Ismail itu.

Jumlah Nelayan Se Kabupaten Malang 2000 orang
Nelayan Bermukim di Sendangbiru : 300 KK

Jumlah Perahu di Sendangbiru :
Sekoci : 150 unit
Payangan : 30 unit
Andon : 200 unit

(ary/lim)(Ary Wicaksono)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s