150 Pendonor Per Hari, Stok Darah Mulai Normal

Pendonor mulai mengalir ke Kantor PMI Cabang Malang. Bulan lalu, PMI sempat kekurangan stok darah. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Pendonor mulai mengalir ke Kantor PMI Cabang Malang. Bulan lalu, PMI sempat kekurangan stok darah. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Setelah sempat mengalami kelangkaan di bulan puasa lalu, stok darah Palang merah Indonesia (PMI) Kota Malang berangsur-angsur normal. Seminggu ini, permintaan dari instansi mulai padat. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari PMI Cabang Kota Malang menerima undangan sedikitnya dari dua instansi per hari. Total pendonor, bisa mencapai 150 pendonor setiap hari.

Kepala Unit Trasfusi Darah dr june Legiawati mengatakan, kondisi ini kembali pulih setelah PMI sempat kekurangan stok darah di bulan lalu. Di bulan puasa, stok darah yang dimiliki PMI Cabang Kota Malang ini hanya 2180 kantong. Padahal, untuk kebutuhan normal per bulan setidaknya harus tersedia stok sebanyak 3000 kantong darah.

Ini untuk mencukupi permintaan darah dari berbagai rumah sakit. Paling besar, konsumsi stok darah PMI diserap oleh RS Syaiful Anwar dengan prosentase sekitar 60 persen per bulannya. Untuk bulan ini, stok darah kembali mengalir dengan lancar utamanya sejak tanggal 10 Oktober lalu.

“Seminggu terakhir ini jadwal juga semakin padat. Tidak hanya pendonor yang datang langsung ke PMI, namun juga permintaan mobil unit ke sejumlah instansi, termasuk Perguruan Tinggi. Bahkan ada beberapa instansi yang sampai meminta empat mobil unit untuk didatangkan,” kata June saat ditemui Malang Post kemarin siang.

Rata-rata, jumlah pendonor berada di kisaran 100 orang dengan masing-masing instansi minimal 50 orang. Jika hal ini terus berjalan hingga akhir bulan, June optimis bisa mencapai standar 3000 kantong darah. Hingga kemarin, sekitar 500 kantong darah telah melalui proses screening, sementara 200 kantong lainnya masih belum diperiksa.

Pendonor, lanjut June, rata-rata berasal dari kalangan mahasiswa, sekitar 50 hingga 60 persen setiap bulannya. Pendonor lainnya berasal dari karyawan pemerintahan, swasta, hingga pegawai perbankan. Biasanya, para pendonor didapatkan dari kegiatan sosial yang diadakan perusahaan.
(Fiona Mediony/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s