Kesadaran Masyarakat Mendonorkan Darah Meningkat

Dikatakan June, kesadaran masyarakat Kota Malang mengenai pentingnya donor darah sudah terbilang baik. Pasalnya, 3000 kantong per bulan selalu terpenuhi kecuali di bulan puasa. Bahkan bulan Agustus lalu, pendonor Kota Malang mencapai angka tertingginya, 4400 kantong darah.

Selalu terpenuhinya kebutuhan darah ini, menurut June tidak terlepas dari komitmen pendonor sukarela. 80 persen stok darah disumbang oleh pendonor sukarela ini, yang rutin menyumbangkan darahnya setiap minimal 3 bulan sekali. “Sedangkan batas minimal donor darah, sekitar 2,5 bulan sekali untuk regenerasi sel darah,” kata June.

Jika dalam kondisi khusus stok darah tidak mencukupi, maka PMI menggerakkan donor pengganti. Donor pengganti, lanjut wanita berjilbab ini, merupakan pendonor yang berasal dari kalangan keluarga yang menderita sakit. Selain dari kalangan keluarga, donor pengganti ini juga bisa diperoleh dari teman kerja, dan kerabat lainnya. “Untuk donor pengganti ini, jumlahnya kecil sekali. Tidak lebih dari 10 persen setiap bulannya,” papar dia.

Dalam keadaan terdesak dan sangat membutuhkan darah, maka PMI akan mengerahkan donor calling atau donor panggilan. Pendonor sendiri saat akan menyumbangkan darahnya, selalu dimintai persetujuan sebagai donor calling. Bagi yang bersedia, merekalah yang akan dihubungi PMI saat dibutuhkan. “Namun hingga saat ini, belum pernah terjadi kekurangan darah di PMI Cabang Kota Malang. Tidak berlebihan, namun juga tidak kekurangan,” lanjutnya lagi.

Donor darah sendiri, kata wanita ramah ini, juga memberikan banyak manfaat bagi kebugaran tubuh. Di antaranya membantu menurunkan risiko serangan jantung, perbaikan sirkulasi darah dan memperlancar metabolisme tubuh. Hal ini dirasakan pula oleh pendonor Nazruddin Anwar yang ditemui Malang Post kemarin. Selain bugar, mahasiswa Universitas Negeri Malang ini mengaku tergerak untuk rutin mendonorkan darahnya kepada PMI. “Saya sempat mendengar berita kekurangan stok darah yang terjadi bulan lalu. Saya merasa wajib membantu,” ungkap Didin, sapaannya.

Kedatangan Didin di PMI bukan kali pertamanya. Ia mengaku telah 5 kali mendonorkan darahnya dengan mengajak serta teman-temannya. “Tapi memang tidak semuanya bersedia. Banyak yang masih beralasan takut dengan jarumnya,” pungkasnya.(fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s