Walai BI Rate Naik, Kredit RSH Tetap 7,5 Persen

Suku bunga kredit langsung terkerek naik setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 9,50 persen. Jika biasanya bank menawarkan bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) antara 9 persen hingga 12 persen, saat ini sudah menembus 14 persen, bahkan ada yang mematok 15 persen.

“Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada transaksi properti. Calon pembeli pasti akan berpikir ulang dengan suku bunga yang tinggi itu,” kata Wakil Ketua Rumah Sehat Sederhana (RSH) DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Drs HM. Tri Wediyanto, M.Si, kemarin.

Apalagi, perbankan juga diimbau oleh Bank Indonesia untuk mulai menekan kredit konsumtif, dan KPR salah satunya. Sehingga secara otomatis bank juga mulai membatasi persetujuan pengajuan KPR. Meski demikian, bapak tiga anak ini mengimbau pengembang untuk tidak berdiam diri, mereka tetap harus membuat terobosan dan inovasi baru agar tetap terjadi transaksi.

“Ada banyak hal yang dapat dilakukan. Salah satunya, pengembang yang sudah memiliki rumah ready stock dapat menawarkan program in house credit dengan bunga 0 persen selama setahun. Siapa tahu dalam enam bulan atau satu tahun ke depan kondisi perekonomian membaik, dan kredit tersebut dapat dialihkan ke KPR. Karena bagaimanapun, pengembang sudah mengeluarkan modal untuk membangun rumah tersebut, dan itu harus kembali,” ujar Tri panjang lebar.

Di samping itu, lanjutnya, operasional perusahaan juga tetap membutuhkan dana segar, sehingga para pengembang tak mungkin hanya diam, stagnan. “Di samping cara tersebut, pengembang juga dapat melakukan pendekatan langsung dengan bank. Apalagi selama ini kami sudah menjadi mitra yang sangat baik dengan perbankan, masak ya tidak saling membantu,” tambahnya.

Disinggung tentang total penjualan properti di Malang, menurut Tri, hingga September kemarin masih cukup bagus. Paling tidak ada transaksi antara 7 hingga 10 unit di setiap lokasi perumahaan. Walaupun demikian secara umum kondisi 2008 masih kalah dengan 2007 lalu saat suku bunga masih sedikit rendah. “Saat itu ada beberapa bank yang bahkan sempat menawarkan bunga di bawah 9 persen karena pas peringatan HUT bank bersangkutan,” ungkap pria yang juga Komisaris Utama PT puspa Mandiri Propertindo ini.

“Akan tetapi, bunga KPR untuk RSH tidak naik sebab ada subsidi, masih tetap 7,5 persen, yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen kelas menengah ke bawah untuk dapat tetap berinvestasi di tengah kondisi perekonomian yang tak menentu ini,” tandasnya.

Bagaimanapun, tegas Tri, investasi rumah dan tanah tak akan pernah merugi. Karena harganya terus naik, tak akan pernah turun. “Jadi di tengah krisis, masyarakat bawah tetap bisa berinvestasi dengan bantuan subsidi bunga dari pemerintah,” pungkasnya.(han) (Dewi Yuhana/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s