Alat Penghemat BBM dari Botol Kecap

Hari “Peter” Suwadi bersama Sugiyo Pranoto menjelaskan kerja alat penghemat BBM hasil ciptannya yang menggunakan alat-alat sederhana. (Muhaimin/Malang Post)

Hari “Peter” Suwadi bersama Sugiyo Pranoto menjelaskan kerja alat penghemat BBM hasil ciptannya yang menggunakan alat-alat sederhana. (Muhaimin/Malang Post)

Kenaikan harga BBM dan kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat masyarakat harus berpikir kreatif untuk menghadapinya. Hari “Peter” Siswadi bersama rekannya mampu menciptakan alat penghemat BBM yang sederhana dan ramah lingkungan dari botol kecap.

Alat penghemat BBM sudah banyak diciptakan beberapa kalangan industri dan perguruan tinggi. Bahkan, sudah banyak yang dijual secara bebas dengan harga yang bervariasi. Tapi, hasil temuan yang dilakukan Hari, pemilik bengkel Ariyan Motor di jalan Dorowati 10 Kelurahan Sisir Kota Batu berbeda dengan alat penghemat BBM yang sudah banyak dijual di pasaran.

Alat penghemat BBM yang dinamai Hydro Power (HP) menggunakan teknologi tinggi dengan alat yang sederhana. Dengan menggunakan botol plastik bekas kecap atau botol bekas oli yang banyak ditemukan. Botol itu hanya ditanami dua besi stenlis steel sebagai pengantar arus positif dan negatif untuk memecah molekul hydrogen dan karbon, yang dilengkapi dengan dua selang. Dua selang yang tertancap di atas tutup botol berguna untuk memasukan udara bebas dan menghasilkan uap yang dihantarkan ke pembakaran.

Botol yang telah tertanam besi dan selang hanya diisi dengan air suling yang telah dicampur dengan cairan kimiawi, natrium bikarbonat atau kalium hidroksil. Cairan itu menjadi penghasil hydrogen yang mampu meningkatkan oktan premium dan menyempurnakan pembakaran.

“Kami sudah melakukan uji coba kepada 15 kendaraan. Hasilnya, tidak ada keluhan dari pengguna kendaraan. BBM yang digunakan lebih hemat hingga 80 persen dengan perlatan yang sangat sederhana,” kata Hari yang merangkul anak jalanan untuk belajar mandiri dengan memberikan keterampilan di bengkelnya.

Karena menggunakan selang yang transparan, hasil temuan Hari dan kawan-kawan banyak disebut dengan alat infus. Dari hasil uji coba yang telah dilakukannya menggunakan sepeda motor produksi Jepang, satu liter premium mampu berjalan hingga 90 kilometer. Padahal, normalnya satu liter premium maksimal hanya untuk 50 kilometer. Ada penghematan yang luar biasa dengan menggunakan alat infus itu.

Penghematan dapat dilakukan, karena hydrogen yang dihasilkan dari botol infus mampu melakukan pembakaran lebih sempurna, gas buangan menjadi sedikit dan ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan kampanye dunia stop global warming. Busi kendaraan juga lebih bersih, karena pembakarannya lebih sempurna.

“Kami masih berupaya untuk menyempurnakannya. Karena sulit untuk menempatkan botol dengan ukuran besar di kendaraan,” terangnya.

Untuk menghasilkan inovasi itu, Hari harus melakukan penelitian dan uji coba hingga 4 bulan. Selama uji coba itu, sudah kali keempat dia mencoba mengutak-atik alat temuannya. Saat uji coba, dia pernah tidak berhasil. Cairan yang dalam botol sangat panas dan berubah warna, bahkan ngebrus. Hal itu tidak mematahkan semangatnya, hingga ditemukan formula yang tepat. “Inspirasinya dari air hujan. Saat hujan tiba, kenapa kendaraan tarikannya lebih kencang dan BBM-nya lebih irit. Karena ada hydro yang dihasilkan dari percikan air hujan. Air hujan itu yang kami jadikan air suling bersama larutan kimiawi lainnya,” tambahnya.

Temuan itu akan diperbanyak untuk dapat dinikmati masyarakat lainnya, dengan harga yang dapat terjangkau masyarakat. Harapannya, alat itu dapat dipasang di mikrolet, ojek dan kendaraan lainnya. Temuan itu tidak bersifat profit, tapi lebih banyak sosial untuk membantu masyarakat. (muhaimin) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

One response to “Alat Penghemat BBM dari Botol Kecap

  1. Bedjoo

    Ada gak Nomer hpnya Mas Hari atw Mas Peter yang bisa dihubungi? Minat nih sama produknya. Admin bs bantu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s