Jika Pembahan UMK Molor, Terancam Pakai UMK 2008

Wakil Bupati Malang sekaligus Ketua DPD SPSI Provinsi Jawa Timur Rendra Kresna menyatakan pengajuan UMK 2009 diharapkan mencapai final pada bulan Oktober ini. Jika meleset dari deadline, Pemerintah Kabupaten Malang bakal menerapkan UMK tahun 2008 sebesar Rp 802 Ribu.

Hal itu dikatakan Rendra usai menemui perwakilan pekerja dan Apindo di ruang kerjanya kemarin. Rendra mengatakan kemungkinan penerapan UMK tahun 2008 amat mungkin terjadi. Sebab, Pemkab hanya mempunyai waktu dua bulan untuk sosialisasi dan memproses penangguhan UMK tahun 2009.

“Akhir Oktober harus selesai, karena sosialisasi dan proses penangguhan masing-masing butuh waktu sekitar satu bulan,” kata Rendra.

Menurut Rendra, dalam kurun waktu tahun 2006 hingga tahun 2008 telah terjadi kenaikan UMK yang cukup besar. Kenaikan itu mulai terjadi pada tahun 2006 – 2007 karena terjadi perubahan standar penghitungan UMK. Berdasarkan catatannya, besaran kenaikan itu mencapai Rp 105 ribu tiap tahun.
“Dulu masih memakai KHM (Kebutuhan Hidup Minimum) sedangkan mulai tahun 2006 memakai KHL (Kebutuhan Hidup Laik),” ujarnya.
Mengenai posisi UMK tahun 2009, Rendra menyatakan Pemerintah lebih condong terhadap standar KHL. Bagi dia, KHL merupakan pengaman penetapan besaran UMK tahun 2009.

“Gubernur tidak mau menetapkan UMK dari dua angka usulan, pekerja maupun pengusaha. Kalau Pemkab tidak mengusulkan angka, terpaksa kita memakai UMK tahun 2008,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengatakan usulan angka UMK 2009 telah menjadi tanggung jawab Pemkab. Dia mengaku Pemkab tengah dirundung dilema bagaimana menjaga investasi tanpa meninggalkan kesejahteraan para buruh. Sehingga pengajuan satu angka untuk UMK tahun 2009 harus disusun melalui argumentasi yang logis.

“Pemkab mencari argumentasi yang logis, dalam hal ini UMK harus sesuai KHL. Namun supaya tidak membebani pengusaha, prosentase KHL akan kita kurangi, bisa saja 98,6 persen seperti tahun lalu, atau malah turun,” tegas Djaka.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s