Kejari Malang Mengejar saksi dari Bagian Keuangan

Setelah mengobok-obok DPRD Kota Malang, Kejari Malang kini mengejar saksi dari Bagian Keuangan Pemkot Malang dalam dugaan korupsi anggota DPRD Kota Malang periode 1999-2004. Pemeriksaan staf Bagian Keuangan Pemkot Malang mulai dilakukan Kamis (23/10) besok. Anggota tim penyidik Kejari Malang, Ramli M.CH SH, kemarin mengatakan, yang diperiksa besok yakni BH.

Setelah mendengar keterangan BH, kata Ramli, pihaknya segera memanggil empat staf Bagian Keuangan. Hanya saja, Ramli belum membeber identitas empat staf Bagian Keuangan yang akan diperiksa itu.

“Kami memperoleh empat staf di Bagian Keuangan Pemkot Malang itu dari konfirmasi dan klarifikasi pada Minggu kedua Oktober lalu,” jelas Ramli.

Empat staf Bagian Keuangan itu bakal diperiksa sebagai saksi karena ikut menyusun nominal anggaran dewan dalam dokumen anggaran satuan kerja (DASK) dewan bersama sekretariat dewan.

Selain itu kata Ramli, saat melakukan klarifikasi, diketahui empat saksi yang akan diperiksa itu bekerja berdasarkan perintah pimpinan. BH yang akan diperiksa besok, kata Ramli, juga bekerja atas perintah pimpinan. “Nah, siapa yang beri perintah itu? itu yang akan dikejar,” katanya.

Lebih lanjut, alumnus FH Unibraw ini mengungkapkan, selain atas perintah pimpinan, panitia anggaran dewan juga ikut memberi perintah. Perintah itu diberikan saat empat staf Bagian Keuangan Pekmot Malang dan bagian keuangan sekwan menyusun anggaran dewan.

Dijelaskannya, pemerikasaan terhadap empat saksi baru itu akan dilakukan setelah memeriksa BH, Kamis besok. “Bisa saja sekitar minggu depan kami memanggil empat saksi dari Bagian Keuangan Pemkot Malang. Nanti kita juga akan melihat perkembangan dalam pemeriksaan BH besok,” jelasnya.

Sementara itu, dua saksi dari panitia anggaran dewan periode 1999-2004, BDSL dan PSS tak memenuhi panggilan penyidik Kejari Malang. Padahal berdasarkan jadwal, BDSL dan PSS harusnya menjalani pemeriksaan, kemarin sekitar pukul 09.00 WIB.

Dua saksi yang tak lagi menjadi wakil rakyat ini memang sulit dihubungi lantaran telah pindah alamat. “Mereka tidak datang karena tidak ada ditempat, sudah pindah. Ini nerdasarkan informasi dari sekretariat dewan,” jelasnya.

Sekarang, tinggal memerika dua saksi lagi dari panitia anggaran dewan periode 1999-2004. Dua saksi itu masing-masing, SUA dan WR.

Soal tidak hadirnya dua mantan wakil rakyat itu, tidak dipersoalkan Ramli. Sebab menurut dia, dari pemeriksaan terhadap tiga saksi sebelumnya, sudah diperoleh keterangan yang memperkuat dugaan korupsi dewan.

“Tidak datang tidak masalah. Kalau dia dipanggil secara paksa, hanya buang energi saja karena keterangan tiga saksi sebelumnya sudah cukup,” kata dia.

Sementara itu, secara terpisah Kabag Humas Pemkot Malang DR Ir Drs JE Sulistyono Msi mengatakan, pemkot menghormati lembaga peradian. “Kalau diundang, tentu akan hadir untuk memberi keterangan. Tentu, pemanggilan juga ada surat resmi,” katanya.(van) (Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s