Minim, Guide Wisata Sejarah

Tingkat kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Malang 2009 nanti diprediksi akan mengalami kenaikan. Terutama saat memasuki musim liburan, yakni Juni sampai Agustus. Jumlah wisman diperkirakan akan mengalami kenaikannya sampai 10 persen.

“Jika pada 2008 selama musim liburan sekitar 2.500 persen. Ya, musim liburan tahun depan lebih dari angka itulah. Pengalaman setiap tahunnya, jumlah wisman selalu naik,” ungkap Direktur Malang Tourism Centre Sugianto.

Terpenting, sebagai upaya menaikkan wisman Tourism Centre tak bisa semata-mata menggantungkan keperpihakan pemda untuk menggairahkan wisman ke Malang. Meski untuk bergerak sendiri cukup berat, tapi kalau hanya bersikap menunggu maka hasilnya tidak akan banyak perubahan. Padahal, dalam setiap tahun kedatangan wisman sudah menjadi agenda tahunan yang dihadapi Tourism Centre.

Buktinya, wisman yang datang makin meluas dari berbagai negara. Beberapa hari lalu, adanya kunjungan wisman dari Taiwan. “Sementara kami memperkenalkan potensi Malang Raya dengan keterbatasan yang ada,” ujarnya. Walau begitu bagi pihaknya, yang penting target bisa menaikan jumlah wisman bisa mencapai target.

Menurut dia, cara pengenalan melalui pameran masih jauh dari angan-angan. Sebab, pameran langsung ke luar negeri membutuhkan dana yang tidak sedikit. “Kami mengupayakan sebatas kemampuan yang ada saja. Sebut saja masalah guide, perlunya memperbaiki agar wisman yang datang dipandu benar-benar orang yang mengetahui setiap objek yang dikunjungi,” katanya.

Keberadaan guide profesional, lanjut dia, memang masih minim. Bukan hanya untuk guide wisata sejarah tapi ke di berbagai tempat wisata yang memiliki potensi mendatangkan wisman. Namun, mencari guide wisman sejarah jauh lebih sulit dibandingkan guide untuk tempat wisata lain. Apalagi, di wilayah Malang Raya ini wisata sejarah banyak dan potensial.

“Mengajarkan sejarah pada anak muda itu kan tidak mudah. Padahal di Kota Malang dan Kabupaten Malang kaya wisata sejarah. Permasalahannya, bagaimana bisa digarap agar menjadi pesona wisata,” ujarnya. (hap/lia/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s