Arema Menang Dramatis Dengan Skor Tipis lawan PSMS

nurdiansah / malang post)

(foto: nurdiansah / malang post)

Skuad Arema mengakhiri paceklik kemenangan menyusul selalu gagal di enam pertandingan Superliga. Sore kemarin, tuan rumah Singo Edan membungkam tamunya PSMS Medan dengan skor tipis 4-3 (1-2). Butuh kerja keras bagi Suroso dkk untuk dapat mengantarkan tim merealisasikan ambisinya meraup angka sempurna di match day ke 15. Pertandingan kedua tim itu berjalan menarik karena terjadi pesta gol.

Kemenangan tersebut sangat dramatis bagi skuad Arema. Pasalnya, PSMS yang tampil nothing to lose sejak kick off pertandingan malah mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Arema. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini justru mampu membuat kubu Arema kaget setelah gelandang Leonardo Martin melesatkan gol cepat ketika pertandingan baru berjalan dua menit.

Pemain asing asal Brasil ini melepaskan tendangan bebas terarah tepat ke sisi pojok atas kiri gawang Arema. Kiper Singo Edan, Dadang Sudrajat pun terpaksa harus memungut bola dari dalam jala gawangnya setelah tidak mampu mengantisipasi tendangan tersebut. Gol itu terjadi buah kecerdikan Zada sapaan akrab Leonardo yang seperti akan mengarahkan bola ke target man PSMS, Andika Yudistira hingga mengecau Dadang.

Arema baru mampu membalas gol dan membuat kedudukan imbang menjadi 1-1 melalui gol heading Fandy Mochtar di menit 24. Gol itu berawal dari umpan lambung Hendra Ridwan yang melintasi barisan pemain belakang PSMS yang dikomandoi Patricio Jimenez. Fandy sendiri yang melakukan tusukan di sektor kiri pertahanan PSMS begitu mudah mengarahkannya setelah tidak terlalu mendapatkan pengawalan ketat pemain lawan.

Namun, kubu Arema justru tampak mengendorkan serangan usai kedudukan imbang. Selain itu, Suroso dkk malah tampil tertekan saat kubu PSMS menguasai jalannya permainan dan seringkali mengancam pertahanan Arema. Kondisi itu hingga berbuah gol kedua PSMS melalui shooting terarah Zada dari luar kotak pinalty menit ke 37. Gol itu berawal dari serangan cepat yang diawali dari tusukan Andika kemudian bola dioper ke Elie Aiboy sebelum disodorkan ke Zada yang bebas dari kawalan pemain belakang Arema. Skor 1-2 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.

Arema setidaknya bisa menyamakan kedudukan andai eksekusi tendangan pinalty Emaleu Serge di menit 17 tidak membentur tiang gawang kanan PSMS. Hadiah pinalty itu diberikan wasit Armando Pribadi (Jogjakarta) setelah menilai kapten PSMS Afan Lubis melakukan tackling keras saat menghentikan tusukan gelandang serang Arema, Arif ’Kecenk’ Suyono di daerah terlarang.

Punggawa Arema seperti tampil tertekan menghadapi PSMS. Kondisi tersebut membuat manajemen Arema geram kepada para pemain saat turun minum. ‘’Kalian ingin menang nggak?’’ kalimat tersebut terdengar keras dari ruang ganti pemain Arema dilontarkan Asisten Manajer, Muhammad Taufan sebanyak dua kali.

Memasuki babak kedua, kedua tim tetap tampil menyerang dengan mengandalkan serangan balik. Arema nyaris membuka gol lagi andai tendangan voly melambung Serge tidak membentur mistar gawang PSMS di menit 57. Serge sebenarnya sudah mampu mengarahkan bola tepat ke gawang dengan sebelumnya melintasi kepala Galih. Lagi lagi, bomber asal Kamerun ini tampaknya belum dipayungi keberuntungan.

Usaha Arema untuk menyamakan ketertinggalan baru berbuah hasil setelah Kecenk berhasil melesakan tendangan kerasnya di menit 63. Ya, pemain asal Batu ini mampu menyelesaikan set piece yang tersusun rapi dari sebuah serangan balik cepat. Proses gol itu cukup indah yang berawal dari tusukan Souleymane Traore yang masuk menggantikan Ahmad Bustomi menit 50 melepaskan umpan terobosan ke Fandi Mochtar.

Fandi kemudian mengumpan bola itu ke Serge yang berdiri sendirian. Serge sendiri sudah melepaskan tendangan namun bola mampu dihadang Galih. Hanya saja, Serge kembali mampu menguasainya dan langsung mengarahkan bola ke Kecenk yang muncul dari second line. Pemain bernomor punggung 14 Arema ini pun akhirnya mampu menggetarkan gawang PSMS untuk kedua kalinya.

Setelah kedudukan imbang, Arema semakin menggencar serangan. Lini belakang PSMS yang digawangi Patricio Jimenez pun harus bekerja keras untuk meredam kecepatan serangan Arema. Hingga, gelandang sayap kiri PSMS, Oktavianus Maniani harus handbal di kotak pinalty dan membuat wasit kembali memberi hadiah pinalty kedua bagi Arema di menit 71. Sayang, hadiah itu tidak mampu dimaksimalkan Arema setelah tendangan pinalty Souley yang bertindak sebagai eksekutor mampu diamankan Galih.

Arema baru giliran unggul 3-2 atas PSMS setelah Arif Suyono sukses melesatkan gol keduanya di menit 73. Dia mampu memaksimalkan umpan terbosan Souley. Sempat menit berselang, Arema menambah keunggulan menjadi 4-2 melalui tendangan super keras sang kapten dari jarak 25 meter, Suroso menit ke 77. hanya saja, gawang Arema kembali terbobol ketika pertandingan memasuki menit ke 85 dari titik putih. Wasit Armando giliran mengganjar pinalty kick untuk Arema setelah kiper Dadang Sudrajat menjatuhkan Oktavianus di dalam daerah terlarang.

’’Kami bersyukur, anak-anak akhirnya bisa mengakhiri pertandingan lawan PSMS dengan kemenangan. Ini sebuah hasil kerja keras pemain sepanjang pertandingan,” terang pelatih Arema, Gusnul Yakin.

’’Kami seharusnya bisa ambil tiga angka lawan Arema. Para pemain PSMS sudah bermain maksimal sepanjang pertandingan, dan kami bisa unggul 2-1 sampai babak pertama selesai. Sayang, keunggulan itu tidak bisa bertahan sampai pertandingan selesai,” ujar pelatih PSMS, Erick Williams. (poy)
(Poy Hery P/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s