Logo Kabupaten Malang Masih Banyak Terpampang Di Wilayah Batu

Gapura berlogo Kabupaten Malang di jalan WR. Supratman Kota Batu masih terpampang di pinggir jalan. Masih ada sekitar 270 logo Kab. Malang di gapura dan tugu perbatasan yang ada di Kota Batu. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Gapura berlogo Kabupaten Malang di jalan WR. Supratman Kota Batu masih terpampang di pinggir jalan. Masih ada sekitar 270 logo Kab. Malang di gapura dan tugu perbatasan yang ada di Kota Batu. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Meski Kota Batu sudah berumur tujuh tahun, masih banyak logo Pemkab Malang yang terpampang di gapura dan tugu perbatasan desa. Total masih ada lebih dari 270 lambang Pemkab Malang yang masih terpampang di gapura dan tugu di Kota Batu. Bahkan, no rumah serta RT dan RW yang diterpasang di rumah-rumah warga masih menggunakan logo Pemkab Malang.

Hal ini menjadi keprihatinan koordinator salah satu lembaga swadaya masyarakat Kami Selalu Peduli (Kaspe) Kota Batu, Simon Purwo Ali. Mantan anggota DPRD Kota Batu itu meminta Pemkot Batu konsisten dengan Perda No. 1 tahun 2003 tentang lambang daerah.

“Harusnya Pemkot Batu konsisten. Lambang atau logo Pemkab Malang yang masih ada seharusnya sudah diganti dengan logo Kota Batu. Karena Pemkot Batu memiliki loga kota tersendiri yang berbeda dengan logo Kabupaten Malang,” kata Simon kepada Malang Post, kemarin.

Logo-logo Kabupaten Malang tidak hanya tersebar di pelosok desa dan kecamatan, beberapa diantaranya ada yang terlihat jelas di beberapa jalan utama Kota Batu seperti, di perempatan Pesanggrahan yang masuk jalan Hasanudin. Ada gapura besar yang masih menggunakan logo Kab. Malang.

Begitu juga di jalan WR. Supratman di Kelurahan Sisir. Gapura besar berada di pinggir jalan dengan logo Kab. Malang bersama lambang Pramuka, tunas kelapa. “Hal terkecil itu seharusnya menjadi perhatian Pemkot Batu yang konsisten dengan logo daerahnya,” ungkapnya.

Tidak hanya logo Kab. Malang yang ada di jalan-jalan dan perbatasan desa, logo Kab. Malang juga hampir ada di masing-masing rumah di Kota Batu. Papan yang menunjukan no rumah, RT dan RW sampai desa yang terpasang di rumah masih menggunakan papan lama yang terpasang pada masa era Kab. Malang.

Padahal, identitas wilayah itu bukan lagi menjadi bagian Pemkab Malang, tapi sudah menjadi wilayah Kota Batu yang memiliki otonomi daerah sendiri. Mirisnya, hal itu tidak mendapatkan perhatian dari Pemkot Batu. Buktinya, belum ada aksi dari Pemkot Batu untuk mengganti identitas kewilayahan yang ada di setiap rumah.

“Apa sulitnya untuk mengganti identitas kewilayahan yang ada terpasang di masing-masing rumah. SDM yang ada di Pemkot Batu saya kira cukup mempuni untuk melakukannya,” tandas tokoh pemuda Kota Batu itu (aim) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s