Persaingan Pendaftar Berlangsung KPU Ketat

Pendaftar seleksi, Johannes RF Wattimena yang juga mantan pegawai toko memiliki peluang yang sama dengan peserta lainnya. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)

Pendaftar seleksi, Johannes RF Wattimena yang juga mantan pegawai toko memiliki peluang yang sama dengan peserta lainnya. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)

Jabatan sebagai anggota KPUD Kota Malang ternyata diminati orang-orang dari latar belakang pekerjaan berbeda-beda. Terbukti pada hari kedua, banyak pendaftar yang tidak hanya berasal dari kalangan akademisi atau orang-orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan Pemilu, seperti mantan anggota Panwaslu, PPK maupun PPS.

Ada beberapa pendaftar yang memiliki latar belakang pekerjaan sebagai wiraswasta hingga karyawan toko, turut serta dalam pendaftaran anggota KPUD Kota Malang Periode 2008-2013.

Anggota KPUD Kota Malang, Moch. Fatich mengatakan, meski ada peserta seleksi yang berasal dari kalangan akademis maupun orang-orang yang pernah terlibat dalam kegiatan Pemilu, bukan berarti pendaftar dari latar belakang yang lain tidak memiliki kesempatan bersaing. Peluang untuk menduduki kursi anggota KPUD Kota Malang untuk periode 5 tahun mendatang terbuka untuk siapa pun.

“Seperti pengalaman saya lima tahun lalu, seluruh pendaftar memiliki kesempatan yang sama. Gelar atau titel tidak menentukan bisa membuat mereka jadi anggota KPU. Yang menentukan adalah hasil seleksi yang dilakukan dalam tiga tahap. Bisa saja seorang pegawai biasa lolos menjadi anggota KPU jika dalam seleksi dia bisa melewati semuanya,” kata Fatich tentang pengalamannya saat mengikuti seleksi 5 tahun lalu.

Dosen Fakultas Hukum Unisma ini memberi masukan kepada seluruh pendaftar seleksi KPUD Kota Malang agar nantinya bisa melewati tahapan-tahapan seleksi. Pertama, menyiapkan diri untuk mengikuti tes tertulis yang sifatnya objektif. Materi-materi yang bisa mereka persiapkan untuk mengikuti tes tulis ini antara lain adalah tentang ideologi, konstitusi, sistem politik, demokrasi, hingga berbagai Undang-undang yang berhubungan dengan Pemilu dan pemerintahan daerah.

Selain menyiapkan diri untuk tes tertulis, para peserta seleksi juga wajib menyiapkan dirinya dalam tes wawancara. Tes wawancara bersifat objektif dan subjektif, yakni psikotes, kemahiran Pemilu, integritas kepribadian, profesionalitas hingga problem solving yang dimiliki masing-masing peserta.

“Karena materi-materinya sangat luas dan banyak, sudah seharusnya jika peserta mempersiapkannya jauh-jauh hari. Kalau mereka belajar mendadak atau instan sehari semalam, pasti susah untuk bersaing dengan peserta lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, hingga hari kedua kemarin, jumlah pendaftar seleksi anggota KPUD Kota Malang sudah mencapai angka 62 orang. Perinciannya, 52 pendaftar laki-laki, sedangkan 10 lainnya adalah perempuan. (nda/udi) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s