RSH Ditargetkan 30 Ribu Unit

Bisnis di sektor perumahan kelas mengah bawah masih berpotensi mendatangkan keuntungan. Wakil Ketua 3 Bidang Rumah Sederhana Sehat (RSH) Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia Jawa Timur, Budi Santoso mengatakan, target pasar di Jawa Timur mencapai 30 ribu unit rumah.

“Namun, target sebesar itu tidak pernah tercapai. Meski potensi pasar atau captive market sebesar itu, tidak pernah bisa tercapai. Banyak sebabnya, sebagian besar karena daya beli masyarakat yang menurun,” ujanya kepada Malang Post.

Di Jawa Timur, kata Budi, ada beberapa daerah yang menunjukkan grafik bagus. Di antaranya ialah Sidoarjo, Gresik, Jember, Mojokerto dan Malang. “Daerah-daerah tersebut yang tampaknya bagus untuk pembangunan RSH,” imbuhnya.

Budi mengakui, sedikit banyak, krisis global berimbas pada semua bisnis, termasuk bisnis properti. Sebab, sekarang ini bank tengah melakukan kebijakan pengetatan likuiditas. Pengetatan kucuran kredit ini tentunya juga akan berpengaruh pada bisnis property.

“Untuk perumahan dengan sistem kredit konvensional, hari-hari ini pasti agak berat. Sebab, pasti mengandalkan pembiayaan dari bank. Kecuali dengan pembiayaan sendiri, dan itu pasti sangat jarang. Sekarang pengembang lebih banyak bermain di pembelian secara inhouse,” katanya.

Pembelian secara inhouse, kata Budi, adalah pembelian perumahan secara kontan berjangka maksimal tiga bulan. Selama tiga bulan, konsumen diharuskan melunasi pembayaran. “Biasanya untuk fasilitas inhouse, konsumen tidak dikenakan bunga. Ini yang mungkin masih bisa menarik user untuk membeli rumah,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, imbuh Budi, perumahan RSH adalah perumahan bersubsidi dengan beberapa target sasaran. Sasaran satu, adalah rumah tipe 28,5 hingga 36 dengan luas tanah 60 meter persegi, harga Rp 55 juta untuk masyarakat dengan pendapatan Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Berikutnya sasaran dua, adalah rumah dengan harga Rp 37 juta untuk konsumen berpenghasilan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dan terakhir sasaran tiga harga rumah Rp 25 juta untuk mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s