Stok Beras Aman, Harga Gula Menurun

Harga beras beberapa bulan ke depan dipastikan tidak fluktuatif. (Muflikh Farid/Malang Post)

Harga beras beberapa bulan ke depan dipastikan tidak fluktuatif. (Muflikh Farid/Malang Post)

Stok beras di Malang hingga Oktober ini melimpah. Seksi Analisa Harga Pasar (Gasar) Perum Bulog Subdivre Malang, Aspudji Asparie mengungkapkan, stok beras yang dimiliki Bulog saat ini sebesar 39 ribu ton. Persediaan ini, kata Pudji, masih cukup untuk 7,5 bulan ke depan. “Bahkan bisa dikatakan stok beras lebih dari aman,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.

Pudji menambahkan, harga beras sejak 4 bulan belakangan cenderung tidak bergerak. Bahkan, Rp 50 pun. “Tampaknya memang stagnan. Mungkin karena oversuplai, sehingga fluktuasi harga tidak terjadi. Lebih baik seperti ini dari pada menyengsarakan rakyat karena fluktuasi harga,” imbuhnya.

Melimpahnya stok untuk beberapa bulan ke depan ini cukup melegakan. Sebab sekarang ini, lanjutnya, mestinya sudah memasuki masa paceklik karena merupakan awal musim tanam. “Meski memasuki musim tanam, beras tidak terganggu,” ungkapnya lagi.

Pudji melanjutkan, harga di tingkat eceran, untuk beras Bulog berkisar Rp 4.600. Sementara, untuk harga beras yang biasanya dikonsumsi masyarakat antara Rp 5.200 hingga Rp 5.200. Pudji menambahkan, Bulog sekarang ini berkonsentrasi menjaga persediaan beras. Sementara untuk gula dan komoditas lainnya dilepaskan sesuai mekanisme pasar.

Sementara itu, harga gula sekarang ini cenderung menurun. Sumber Malang Post yang bergerak di bidang perkebunan tebu di Kabupaten Malang mengatakan, harga gula cenderung terus menurun. Padahal, peredaran gula rafinasi sudah dhientikan sejak lama.

“Sekarang di bawah Rp 5000, atau Rp 4.950. Sebelumnya, pada bulan yang sama, harganya mencapai Rp 5.900. Mestinya, ada balancing. Petani untung, masyarakat juga diuntungkan. Jika salah satu dirugikan, ditakutkan akan terjadi gejolak,” tambahnya.

Jika petani masih mempunyai keuntungan yang diharapkan, lanjutnya, maka mereka tetap semangat menanam tebu. “Tetapi, jika menanam tebu tidak memberikan keuntungan yang menjanjikan, maka ditakutkan mereka malas menanam tebu, akibatnya harga kemungkinan akan tinggi lagi,” ujar pengusaha yang meminta namanya tidak disebutkan ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Malang, Dra. Penny Indriyati menyebutkan stok gula di beberapa gudang di Kota Malang masih cukup banyak. Harganya, kata dia, berkisar antara Rp 5.200 hingga Rp 5.300. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s