Bangun Instalasi Pengolahan Limbah Komunal

Wakil DPRD Kota Batu, Punjul Santoso memantau pembangunan ipal komunal di Kelurahan Sisir bersama Kadis KLH Kota Batu, Hidayat Murtadho, kemarin. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Wakil DPRD Kota Batu, Punjul Santoso memantau pembangunan ipal komunal di Kelurahan Sisir bersama Kadis KLH Kota Batu, Hidayat Murtadho, kemarin. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Kebiasaan warga RT.8 RW.11 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu akan segera berubah. Kalau biasanya mereka langsung membuang limbah manusia ke Sungai Brantas, dalam waktu dekat limbah manusia tidak akan langsung ke Sungai Brantas tapi akan diolah terlebih dahulu.

Warga yang berada di Dusun Kaliputih itu telah mendapatkan bantuan pembangunan ipal komunal untuk mengolah limbah manusia dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu. Pembangunan sepiteng untuk mengolah limbah yang nilainya mencapai Rp 70 juta lebih sudah mulai dilakukan pembangunannya.

“Dengan ipal komunal, limbah manusia akan diproses dalam sepiteng dan akan menghasilkan buangan air bersih yang dapat digunakan untuk mandi dan kebutuhan lainnya. Air bungan itu sudah menjadi bersih saat dibuang ke Sungai Brantas,” kata Kepala Dinas KLH Kota Batu, Hidayat Murtadho kepada Malang Post, kemarin.

Saat ini, pembuangan limbah manusia langsung dibuang ke sungai Brantas. Padahal, sungai itu mengaliri lebih dari 14 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Pembuangan itu tidak terlalu berakibat pada masyarakat Batu yang berada di daerah hulu Sungai Brantas. Tapi, hal itu akan sangat berdampak pada daerah hilir sungai Brantas. Banyak limbah yang harus mereka terima.

Instalasi ipal komunal yang dibangun belum dapat menjangkau semua masyarakat di lingkungan itu. Dari 75 KK yang ada di RT. 8 RW. 11 Kelurahan Sisir, baru 20 KK yang dapat terlayani ipal komunal. Karena keterbatasan anggaran akan dilakukan secara bertahap.

“Lokasinya memang berada di tengah jalan. Karena tidak ada lahan lagi untuk dibuatkan bak sepitengnya. Penepampatan bak itu sudah melalui persetujuan dari masyarakat dan mereka telah menyepakatinya bersama,” terangnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Batu, H. Punjul Santoso, proyek pembangunan ipal komunal di Sisir akan menjadi proyek percontohan bagi masyarakat yang berada di DAS Brantas. Proyek pembangunan itu atas usulan dari masyarakat dan dibahas bersama dalam pembahasan Timgar dan Panggar.

“Dengan ipal komunal itu, masyarakat dapat melakukan budaya bersih. Mereka tidak lagi membuang limbahnya langsung ke sungai Brantas. Dan dapat menjaga kebersihan dan kesehatan wilayahnya,” tandas Punjul yang ikut turun bersama KLH memantau pembangunan ipal komunal dalam rangka reses DPRD Kota Batu. (aim) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s