Malang Potensial untuk Pengembangan Biofuel

Workshop nasional soal pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) pada sektor transportasi darat di Hotel Gajahmada kemarin. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Workshop nasional soal pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) pada sektor transportasi darat di Hotel Gajahmada kemarin. (FIONNA MEDIONY/MALANG POST)

Gagasan mengenai bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Selama ini, wacana mengenai bahan bakar nabati (BBN) paling banyak menjadi perbincangan karena merupakan alternatif paling menjanjikan. Indonesia pun memiliki potensi besar untuk pengembangan BBN ini. Di antaranya potensi sumber bahan baku dan letak geografis yang sesuai dengan lingkungan bahan baku tersebut berkembang.

Selain etanol, BBN yang juga tengah dikembangkan ialah jarak pagar dan minyak jelantah. Hal ini dikemukakan dalam workshop nasional yang diselenggarakan Departemen Perhubungan yang mengambil tema Potensi Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Pada Sektor Transportasi Darat, yang berlangsung di Hotel Gajahmada kemarin. Dalam workshop yang dibagi dalam dua sesi ini, ada empat pembicara berkompeten yang mengupas segala sesuatu mengenai BBN. Termasuk contoh nyata yang telah diterapkan di Bogor.

Dalam pembahasan, dikemukakan mengenai potensi Indonesia yang bisa menjadi Arab Saudi-nya BBN. Menurut peneliti dari Surfactant Bioenergy and Research Center IPB, Roy Hendroko Setiobudi, potensi ini didukung dengan letak Indonesia yang membentang di khatulistiwa dengan paparan sinar matahari dan curah hujan yang memadai. “Terdapat lebih dari 12 jenis tanaman yang dapat dikonversi menjadi bioetanol sebagai substitusi solar,” ungkap pria yang juga tergabung dalam tim nasional BBN tersebut.

Pembicara lain, di antaranya DR NM Teweng MSTr yang merupakan staf ahli Kementrian Perhubungan bidang kesisteman perhubungan sekaligus wakil ketua tim monitoring teknologi dan energi, RH Christono MSc sebagai Kasubbid Direktorat Dampak Transportasi Perkotaan, serta Ir Iskendar MS yang merupakan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT.

Dijelaskan Kepala Bidang Pos Telekomunikasi Dinas Perhubungan Kota Malang, Atfiah El Zamzami, Kota Malang merupakan kota ketiga yang disinggahi dalam workshop yang rencananya digelar di lima kota tersebut. “Sebelumnya diadakan di Palangkaraya dan Bandar Lampung. Setelah Malang, tim ini akan singgah di Jakarta dan diakhiri di Bogor,” kata Zamzami.

Malang sendiri, lanjutnya, memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan biofuel. Pasalnya, Malang didukung dengan keberadaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang dalam waktu dekat juga akan menggelar seminar yang berkaitan dengan produksi biofuel.(fio/lim)
(Fiona Mediony/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s