Bea Cukai Tangani Kasus Importasi Kapal Asing

Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jatim telah mengungkap sebanyak empat kasus besar dalam bulan September dan Oktober 2008 ini. Diantara kasus terbesar adalah pergantian bendera kapal asing ke bendera Indonesia (importasi), yang jumlahnya diperkirakan ada enam kapal asing.

”Importasi kapal adalah pergantian pemilik asing menjadi badan hukum/warga negara Indonesia . Sehingga, dikenakan ketentuan impor barang dan wajib mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB),’’ kata Harry Wicaksono, Kabid Penindakan dan Penyidikan (Kabid P2) Bea Cukai Jatim I di kantornya, Jumat siang.

Secara detil, Harry kemudian menyebutkan, ke empat kasus besar yang sekarang ditanganinya. Diantaranya, penertiban importasi kapal (ganti bendera), penindakan di bidang kepabeanan, penindakan bidang cukai (hasil tembakau/rokok maupun minuman mengandung ethil alkohol) serta pengembangan proses penyidikan penindakan yang sudah dilaksanakan.

Dikatakan dia, hingga Oktober 2008, Bea Cukai berhasil menertibkan enam buah kapal yang pergantian benderanya didaftarkan di Adpel Tanjung Perak. Diantaranya KM Alfa Trans Satu (Singapura), KM Anugerah Mandiri (Kamboja), KM Sejahtera Sentosa (Kamboja), Tongkang TK HI-11 (Singapura), KM Sang Thai Beryl (Thailand) dan KM Wang He (Kamboja).

Sedang keuangan negara yang berhasil diselamatkan dari penertiban itu sebesar Rp 8,849 miliar lebih. Saat ini, Bea Cukai juga masih menyegel satu kapal KM Fortuner yang tersangkut masalah sama (pergantian berdera).

Kasus kedua yang berhasil diungkap adalah importasi tekstil PT Ecofill Indonesia . Ini karena selaku importir umum, PT Ecofill Indonesia mengajukan dokumen importasi barang yang termasuk dalam barang larangan dan pembatasan tanpa dilengkapi izin instansi terkait.

Kemudian, kasus ketiga adalah 17 kali penindakan distribusi barang kena cukai khususnya rokok. Dalam dua bulan terakhir (September-Oktober 2008) berhasil mencegah rokok ilegal sebanyak 474 karton yang berisi 379.200 bungkus rokok senilai Rp 522,3 juta.

Merek rokok itu di antaranya Hijau Alami, A2, V Filter, X5, Talang Mas, Best Mild, H-5 Mild, Executive, Bi Mild, Cempedak, Apollo, JR Mild, Izamzami, Zam-Zam, Max Laser, All Star Mild dan Gress Mild.

‘’Kami sinyalir, rokok-rokok illegal ini diproduksi di Sidoarjo, Pasuruan, Malang dan beberapa daerah di Jatim. Caranya, rokok polos (tanpa pita cukai) dilekati cukai bukan haknya (personalisasi) atau bukan peruntukannya,’’ katanya dengan menunjukkan barang bukti rokok palsu di depannya.

Sementara itu, penertiban terhadap distributor dan tempat penjualan eceran MMEA Impor yang berskala besar juga menjadi perhatian Bea Cukai. Mereka adalah PT Bali Sinar Utama, UD Sinar Sejati, Vida Supermarket, Toko Wine Culture, Ranch Market, CV Sinar Concern, Carrefour dan Papaya Swalayan.

Kasus ke empat melaksanakan lima proses penyidikan terhadap tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai. Empat di antaranya sudah dinyatakan P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Untuk kasus pita cukai palsu dengan tersangka Suryo Hadi (kasus Mei 2008) telah mendapat vonis Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berupa penjara satu tahun enam bulan dan denda Rp 1,5 miliar subsider lima bulan kurungan. (has) (Hary Santoso/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s