Warga Cemas Longsor, RT-RW Pantau Pakai HT

LONGSOR di wilayah RT 05, RW 02 kelurahan Oro Oro Dowo, Klojen, tahun lalu masih membekas di hati warga sekitarnya. Bahkan mereka yang tinggal di DAS Brantas itu selalu digelayut kecemasan saat musim penghujan seperti sekarang. Lalu bagaimana mereka menghadapi musim hujan tahun ini ?

Sebagian bekas bangunan yang ambrol akibat tanah longsor tahun lalu masih tersisa di bagian belakang rumah Ny Jamil. Warga Jalan Brigjen Slamet Riadi Gang II itu juga masih ingat benar kejadian memilukan itu.

Kemarin siang, dia berdiri di bagian belakang rumahnya, ibu dua anak itu kembali memperhatikan serius puing bangunan. Lalu dia menunjukan bekas dapur dan dua kamar yang ambrol ke sungai Brantas.

Ditanya lagi tentang longsor tahun lalu yang menghancurkan sebagain rumahnya, ibu rumah tangga yang biasa disapa Siti itu langsung membuka cerita. “Kejadiannya tahun lalu. Waktu itu robohnya sekitar jam 23.30,” kenangnya.

Longsor tahun lalu terjadi saat hujan tidak sedang mengguyur kota Malang. Sekarang, memasuki musim hujan, Siti cemas. Wajar kalau dia cemas. Soalnya, rumahnya berhimpitan dengan bibir sungai yang rawan longsor. “Kalau hujan, kami tutup pintu dibagian belakang. Kawatir kalau longsor lagi,” katanya.

Kendati tinggal di daerah rawan longsor sejak 2001, hingga kini dia dan suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan konveksi di kawasan Bandulan belum punya rencana pindah rumah.

“Memang kami kawatir longsor. Untuk pindah belum punya pandangan. Kalau mau pindah, pindah kemana?” katanya dengan nada tanya.

Ny Jamil sudah berusaha membuat pengaman di belakang rumahnya. “Satu-satu caranya untuk mencegah longsor, kami buat plengsengan. Pembuatannya ya menggunakan dana sendiri,” sambungnya.
Sebenarnya di kawasan ini selain rumah milik Jamil, ada juga rumah milik Andre, tetangga sebelah rumah Jamil yang juga ambruk karena longsor.

Kekawatiran warga saat musim hujan diungkapkan juga ketua RT 05, RW 02, Suwanto. Warga yang memiliki rumah disekitar bibir sungai memperkuat bangunan rumahnya.

“Tentu warga khawatir terjadi longsor. Tapi mereka perkuat kondisi bangunan. Caranya memperkuat pondasi rumah” kata Suwanto.

Selain usaha warga memperkuat bangunan rumah, pengurus RT dan RW 02 selalu mengimbau warga agar waspada disaat hujan. Agar warga selalu mendapat informasi yang up date tentang cuaca dan situasi saat hujan, pengurus RT dan RW menggunakan jaringan komunikasi handy talky (HT).

Di wilayah RW 02, semua RT-nya mulai dari RT 01 sampai RT 12 memiliki HT. “Ketua RW juga pakai HT,” kata pensiunan PNS ini. Fungsinya untuk memantau hujan di wilayah Batu dan naiknya air sungai Brantas. “Kalau air naik, informasi langsung disebarkan melalui HT,” sambungnya.

Suwanto tampaknya tak main-main dengan peran HT ini. Buktinya, perangkat HT milik Suwanto disimpan di kamar tidurnya. Kemarin kepada Malang Post dia sempat menunjukan dan mengaktifkan perangkat HT yang disimpan di kamar tidurnya itu. “Kalau jam begini belum (mengudara). Nanti sore atau malam biasanya ramai,” kata dia sembari menyebutkan HT yang digunakan RT dan RW untuk keamanan warga.

Agar informasinya tak kacau dan jelas dari siapa untuk siapa, mereka menggunakan saluran sendiri. Yakni saluran 9. Setiap ketua RT dan ketua RW serta warga memiliki sandi udara sendiri-sendiri.

Semua sandi udaranya disesuaikan dengan jabatan ketua RT. Misalnya sandi 9201, itu berarti ketua RT 01. “Angka sembilan salurannya, angka dua wilayah RW 2, sedangkan 01, RT 01. Jadi 9201. Kalau 9200, itu ketua RW,” jelasnya. Sedangkan Suwanto memiliki sandi udara 9205. (van)
(Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s