Dalam Sehari, Malang Luluskan 6.101 Mahasiswa

Produk pendidikan lima perguruan tinggi di Kota Malang kemarin dilepas ke dunia nyata. Total ada lebih kurang 6.101 orang lulusan D2 hingga S3 yang bakal terjun ke masyarakat. Rinciannya, lulusan Universitas Brawijaya 1.123 orang, lulusan Universitas Negeri Malang UM 1.620 orang, lulusan Polinema 1.100 orang, lulusan Universitas Kanjuruhan 1.512 orang dan lulusan Unisma 746 orang.

Setelah menempuh masa pendidikan dua hingga lima tahun, dalam sehari kemarin mereka diwisuda. Prosesi wisuda berjalan seperti biasanya. Mahasiswa hadir diantar oleh para orang tua atau wali mereka. Mengenakan toga, mereka dipanggil satu per satu untuk dikukuhkan oleh rektor atau pimpinan perguruan tinggi setempat.

Setelah pesan-pesan rektor atau pimpinan PT, dibacakan juga nama-nama wisudawan terbaik alias cum laude. Di Universitas Kanjuruhan misalnya, wisudawan terbaik disabet oleh Faizati Choirun Nisa dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,75. Di Unisma ada nama Atik Umamah dengan IPK 3,89 sebagai wisudawati terbaik dari jenjang S-1.

Jumlah total wisudawan dari berbagai perguruan tinggi hingga 2008 ini cukup banyak. Ambil contoh di UM. Humas Universitas Negeri Malang Zulkarnaen mengatakan, mulai berdiri hingga sekarang, tercatat sudah ada 70.837 orang wisudawan dari UM. Mereka berasal dari jenjang D2 (diploma 2) hingga S-3. Para lulusan itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kini mereka juga tersebar ke berbagai provinsi.

“Cukup banyak lulusannya. Mulai zaman Prof Icksan (Prof Mas Achmad Icksan bernomor induk 0001) hingga sekarang,” kata Zul, sapaan akrab Zulkarnaen.

Beberapa tokoh hadir dalam wisuda tersebut. Misalnya di Unisma dihadiri salah seorang ketua PBNU yakni KH Said Aqil Siradj. Said Aqil hadir dalam rangka menjadi wali wisudawan salah seorang putranya. Dalam pesannya, Said Aqil mengatakan Unisma harus mempertahankan tradisi ahlussunah wal jamaah. Yakni tradisi mempertahankan ajaran-ajaran Nabi Muhammad.

“Pelaksanaan wisuda berjalan lancar. Selain wisuda, kami juga selipkan penghargaan bagi dosen,” ungkap Noor Shodiq Askandar, humas Unisma.

Pesan-pesan yang diberikan oleh pimpinan perguruan tinggi kepada lulusannya bernuansa memberikan pesan kepada orang tua. Ambil contoh yang ada di Politeknik Negeri Kota Malang (Polinema). Direktur Polinema Ir Budi Tjahjono mengatakan, para orang tua harus mulai melihat kualitas pendidikan yang dijalani putra-putrinya. Sebab, saat ini banyak pendidikan yang saat ini mengutamakan gelar dan tidak memberikan bekal apa-apa kepada siswa didiknya.

Selain prosesi wisuda, kemacetan menjadi salah satu akibat dari digelarnya wisuda di lima PT secara berbarengan. Di ruas Jalan S. Supriyadi Sukun, arus tersendat karena ada wisuda Universitas Kanjuruhan. Di Jalan MT Panjaitan hingga Soekarno Hatta, arus kendaraan juga menumpuk karena ada kendaraan pengantar wisuda Polinema dan Unisma. Sementara di Jalan Veteran, arus ikut tersendat karena ada wisuda UM dan UB. (yos/lia/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s