Waspadai Potensi Bencana Malang Selatan

(m.suex / malang post)

(m.suex / malang post)

Kabapaten Malang dari tahun ke tahun tak pernah luput dari terjangan bencana alam, seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung. Hal itu diakui Wabup Malang, Rendra Kresna yang sekaligus sebagai Koordinator Satuan Koordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang, ketika dihubungi Malang Post, kemarin. “Tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Malang setiap tahun selalu rawan bencana alam, entah itu banjir, tanah longsor, tanah bergerak, atau angin puting. Ini tak bisa dilepaskan dari kondisi hutan kita yang rusak parah, paling parah di Pulau Jawa,” ujar Rendra.

Memasuki musim penghujan ini, Rendra menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk bekerja cepat melakukan penanggulangan bencana. Kerja sama dilakukan dengan berbagai kalangan seperti TNI, Polri dan Satgas lainnya di luar Pemkab Malang. “Di dalam penanganan bencana, kami akan bergerak cepat melakukan pendataan, yang dikoordinasikan dengan instansi yang menjadi bagian dari Satkorlak. Ini perlu agar penyaluran bantuan cepat sampai ke sasaran,” tambah Rendra.

Dikatakan, Satkorlak dan semua jajarannya kini dalam kondisi siaga 24 jam. Satkorlak melibatkan unsur dari Satpol PP, Dishub, Bakesbang, Kecamatan, Dinkes, Kesra dan PMI. “Paling diwaspadai kerawanan bencana banjir di daerah Sitiarjo Sumbermanjing Wetan, Pujiharjo Tirtoyudo, dan Lebakharjo di Ampelgading. Untuk kerawanan longsor dan tanah bergerak semua kawasan patut diwaspadai. Untuk dana penanggulangan bencana alam, kami anggarkan lewat APBD 2008 sebesar Rp 5 Miliar yang bisa dicairkan setiap ada bencana,”tegasnya.

Ia mengingatkan akan potensi bencana di beberapa titik rawan longsor yang telah dipetakan Satkorlak, yaitu Desa Sumberagung Kec. Ngantang, Dusun Sumberejo Kec Pujon, Desa Kedungbanteng Kec. Sumbermanjing, Desa Sukodono Kec Dampit, Dusun Mantung Kec. Pujon, Desa Ngabab Kec. Pujon, Desa Mulyorejo Kec. Ngantang, dan Desa Pait Kec. Kasembon. Selain itu juga masih ada beberapa titik rawan banjir di Desa Pujiharjo dan Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo, Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Bantur. Semua elemen harus bekerja terpadu untuk menangani bencana,”tegasnya.

Sementara itu, di Kota Malang mulai Senin besok Satlak Penanggulangan Bencana mengaktifkan Poskonya. Meskipun musim penghujan sudah datang, tapi baru pada November mendatang digelar simulasi penanganan bencana yang diikuti 720 orang.

Sekretaris harian Satlak Penanggulangan Bencana, H Sukirno mengatakan, Posko yang diaktifkan akan berfungsi sebagai sentral informasi becana. “Masyarakat bisa menyampaikan informasi tentang becana ke Posko yang ada petugas stand by 24 jam,” katanya.

Sukirno yang juga Kepala Bakesbanglinmas mengatakan, setelah mendapat informasi tentang bencana dari masyarakat, petugas akan langsung bertindak cepat. Selain mengaktifkan Posko, November mendatang digelar simulasi penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur Satlak. Diantaranya, TNI, Polri hingga petugas Linmas dan generasi muda. “Pelaksanaan simulasi pasti ada. Hanya saja tempat kegiatannya yang belum ditentukan,” tandasnya.

Simulasi bertujuan memberikan petunjuk dan tata cara menangani korban bencana dan berbagai penanganan. Sementara itu, pendataan kawasan rawan bencana, longsor dan banjir terus dilakukan. Pendataan kawasan ini sekaligus untuk membuat peta kerawanan yang memudahkan penanganan. (nov/van/nun) (Noval Lutfianto/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s