Banjir Pengunjung, Pedagang Pasturam Kaget

Kekhawatiran pedagang Pasar Tugu di Rampal akan sepi pengunjung terbantahkan. Kemarin pengunjung diluar dugaan membuat pedagang kaget sebab mereka masih harap-harap cemas.(foto atas). Sedangkan peserta senam Aerobik di Rampal semakin semarak. Suasana lebih meriah dengan hadirnya Pasturam ini. (NURDIANSAH/FEBRI SETYAWAN MALANG POST)

Kekhawatiran pedagang Pasar Tugu di Rampal akan sepi pengunjung terbantahkan. Kemarin pengunjung diluar dugaan membuat pedagang kaget sebab mereka masih harap-harap cemas.(foto atas). Sedangkan peserta senam Aerobik di Rampal semakin semarak. Suasana lebih meriah dengan hadirnya Pasturam ini. (NURDIANSAH/FEBRI SETYAWAN MALANG POST)

Kemarin Pasar Tugu Rampal (Pasturam) resmi beroperasi di Lapangan Rampal. Ribuan orang tampak menjubeli Lapangan Rampal sejak pagi. Jika tujuan awal pengunjung ialah untuk berolahraga selayaknya kegiatan mingguan mereka, aktifitas mereka pun bertambah dengan hadirnya Pasar Tugu di kawasan olahraga ini.

Di pintu masuk Timur, digelar panggung dengan naungan tenda Dinas Parinkom. Sepanjang pagi, pengunjung Lapangan Rampal dimanjakan dengan hiburan musik. Tampak sejumlah pejabat ikut hadir. Diantaranya, Sekkota Malang Bambang DH Suyono, Kasdim 0833 Malang Mayor Inf. Drs. Aco Lamama, Kepala Dinas Pendapatan Husni Ali, Kepala BUTR Edi Sukarto, Kabag Umum Basuki Effendi dan Kepala Dinas Parinkom Pait Al Wiyono.

Saat tiba, mereka langsung berkeliling areal yang memiliki nama resmi Wisata Tugu LPBR (Lapangan Parade Brawijaya Rampal). Para pejabat ini berbaur dengan masyarakat yang tampak lebih ramai dari Minggu biasanya. ‘’Ini bukan pembukaan resmi, tetapi sekadar hiburan untuk memeriahkan pasar tugu hari pertama di Rampal. Alhamdulillah beliau-beliau berkenan hadir ke pasar tugu ini,’’ ungkap Pait Al Wiyono kepada Malang Post.

Meski mendapatkan kunjungan yang lebih banyak daripada ketika masih berlokasi di Simpang balapan, bagi sejumlah pedagang, hari pertama kemarin belum berjalan lancar seperti yang diharapkan. Masih banyak kendala yang terjadi, khususnya karena ketidak siapan pedagang terhadap sistem yang berlaku serta serbuan pengunjung yang diluar dugaan.

Aliran pengunjung sendiri mulai berdatangan di Lapangan Rampal sejak pukul 05.30 WIB. Meski sudah memasuki jam operasional, ternyata belum semua pedagang telah siap menyambut pengunjung yang datang. Sebagian bahkan belum menyingkap tenda maupun menata produk dagangannya. Suasana menjadi sedikit kacau dengan kendala kendaraan bongkar muat barang yang sempat tidak lancar.

“Kendaraan barang sempat macet karena masuk dan keluar dari pintu yang sama, bertabrakan arah dengan kendaraan lain yang masuk dari pintu yang berbeda. Bahkan masih ada motor pedagang yang diparkir dalam tenda,” kata wakil ketua kelompok Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu, Dani yang ditemui Malang Post kemarin.

Untuk penataan sendiri, lanjutnya, masih belum sempurna. Ia memprediksi baru 80 hingga 90 persen tertata. Masih ada kekurangan yang harus dibenahi di minggu-minggu berikutnya. Namun dari sisi pengunjung, Dani mengaku senang dengan respon pengunjung yang datang.

Selain Dani, sejumlah pedagang lain memang sempat mengkhawatirkan relokasi akan menyebabkan mereka kehilangan pelanggan. Kenyataannya justru sebaliknya. Pengunjung baru banyak berdatangan, pelanggan lama pun ternyata tidak lantas menghilang. “Bahkan ada banyak pelanggan yang menelpon langsung dan bertanya dimana letak stan saya,” kata Jumain, pedagang alat tulis dan kantor.

Menurut dia, persiapan sejumlah pedagang memang masih belum matang. Pasalnya, pedagang masih harap-harap cemas dengan kondisi hari pertama. Sebagai tindakan antisipasi, ia pun mengurangi stok dagangan hingga separuh dari biasanya. Hal yang sama juga dilakukan pedagang makanan. Seperti Anik Yuliati yang mengelola Bubur Ayam Jakarta dan Siomay Bandung. Jika sebelumnya ia membawa masing-masing 2,5 kilo bubur dan siomay, khusus hari pertama ia hanya menyiapkan 1,5 kilo saja.

Hasilnya, saat ditemui Malang Post sekitar pukul 08.30 WIB, dagangan Anik sudah terjual habis seluruhnya. Langganan pun terpaksa kecewa, bahkan salah satu pelanggan setia bubur kreasi Ny Sulis yang masih berusia sekolah dasar menangis sesenggukan saat mengetahui bubur kesukaannya tidak tersedia. “Dia merupakan langganan saya setiap hari. Siapa sangka kehabisan seperti ini. Minggu depan jelas stok bubur akan kita normalkan lagi,” kata Anik setelah meminta maaf pada pelanggan cilik tersebut.

Namun demikian, operasional pertama Pasar Tugu Rampal juga menyisakan pekerjaan yang harus dituntaskan Pemkot Malang. Diantaranya, masuknya sejumlah pedagang liar ke areal Lapangan Rampal yang sempat tidak terpantau. Belum lagi sejumlah pengemis yang tampak di setiap sisi jalan. Kadis Parinkom Kota Malang, Pait Al Wiyono menegaskan akan segera mengambil tindakan preventif. “Memang susah mengontrolnya, karena pedagang liar ini membawa barang dagangan yang bisa ditenteng sehingga tidak terlihat. Namun ke depannya, kami akan menerapkan kartu anggota serta penomoran tenda. Bagi yang tidak memiliki, jangan harap bisa masuk,” katanya.(fio/feb/lim)
(Fiona Mediony/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s