Investor Disarankan Memilih Day Trading

Bursa saham belum menunjukkan perkembangan bagus. Investor yang gemar melakukan jual beli saham, disarankan untuk melakukan day trading atau perdagangan singkat dalam satu hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang besar pada investor. Demikian diungkapkan Head of Research E Trading Securities, Suryadi Candra Kasih, dalam acara seminar tentang menyiasati pasar modal yang tengah tidak kondusif di ruang Swarna Paksi, Hotel Kartika Graha, Sabtu (25/10) lalu.

“Menurut saya day trading paling aman dilakukan untuk menyiasati kondisi pasar saham yang tidak kondusif saat ini. Memang, secara profit, day trading tidak bakalan menghasilkan keuntungan yang besar. Ada selisih 1,5 hingga 2 persen dengan pembelian, saya sarankan investor langsung saja lepas saham. Lalu, beli lagi besoknya. Demikian pula, jika saham turun langsung saja jual, tidak usah menunggu besok atau lusa. Ini yang dimaksud dengan day trading. Kita bisa langsung mengambil keuntungan atau cut lose dengan cepat,” ujarnya.

Sementara untuk investor yang mengarah ke longterm investment, Candra menyarankan investor untuk membeli saham-saham blue chip, atau saham yang berkapital kuat. Dia menyebut beberapa saham yang bagus untuk investasi jangka panjang. Seperti Telkom, BRI, BCA, Unilever PT Bukit Asam (PTBA) dan beberapa saham lainnya. Menurut Candra, saham beberapa perusahaan tersebut cepat atau lambat pasti akan menguat kembali.

“Laporan keuangan perusahaan-perusahaan itu cukup bagus. Selain itu, exposure perusahaan tesebut terhadap USD juga tidak terlalu besar. Sehingga, relatif lebih aman. Unilever menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Hampir setiap rumah tangga di Indonesia pasti menggunakan produk-produk Unilever. Contoh lain, Bank BCA. Bank ini sangat likuid dan tidak terlalu banyak mengucurkan kredit. Sebagian besar keuntungannya adalah dari biaya administrasi dari setiap simpanan,” jelasnya.

Untuk kinerja Telkom dan BRI saya sudah jelas mereka adalah perusahaan plat merah yang mempunyai performa keuangan yang bagus,” imbuhnya.

Sebagai analis pasar modal, Candra tidak bisa memprediksi sampai kapan kelesuan terjadi di pasar modal. Hanya, investor pasar modal disarankan tidak putus asa. Tetapi lebih jernih dalam melihat persoalan. “Krisis ini bisa satu tahun dua tahun, tiga tahun, lima tahun, atau bahkan 25 tahun. Tetapi, apakah kita akan berdiam diri? Yang perlu kita lakukan terbaik untuk saat ini adalah day trading untuk menghindari kerugian yang cukup besar. Tetapi, memang tidak memberikan keuntungan yang berlipat seperti sebelumnya,” urainya. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s